March 14, 2026
News

KISAH INSPIRATIF VALENTINE DAY NI KETUT SUARNI CINTA, KASIH SAYANG DAN MISI KEMANUSIAAN

Penulis, I Komang Pasek Antara

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Hari ini bertepatan dengan hari Sabtu, weekend, setiap tanggal 14 Pebruari hampir warga belahan dunia merayakan hari kasih sayang, atau yang lebih populer dengan sebutan Valentine Day. Momen yang identik dengan bingkisan penganan coklat dan bunga kepada sang kekasih atau teman dekat sebagai simbol kasih sayang dan cinta. Tapi, bagi figur yang satu ini, sosok wanita Ni Ketut Suarni, S.Pd., MM., 2 anak, 3 cucu kelahiran Desa Pesangkan, Selat, Karangasem ini, Valentine Day memaknainya sangat jauh dan mendalam, bukan hanya kasih sayang sehari saja, namun sepanjang nafas masih bisa megalir dalam tubuhnya. 

Wawancara dengan penulis belum lama ini, implementasi cinta dan kasih sayang Ni ketut Suarni sebagai misi kemanusiaan yang dia telah lakoni selama ini, menginspirasi memberikan vibrasi positif bagi manusia dan lingkungannya.  Hal itu, telah diawali dari ketika dirinya menyandang sebagai seorang guru Pegawai Negeri Sipil sekolah dasar sejak tahun 1986 lalu sampai kini telah purnatugas 5 Pebruari 2026.

Puncaknya, istri dari I Made Mendra, SH ini, saat menjadi Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri 3 Karangasem Jalan Diponegoro Amlapura, tempat labuhan terkahir jelang purnatugas sebagai abdi negara. Dia memperlakukan ekstra khusus kepada anak didiknya yang masih banyak keluarga ekonomi kurang mampu dapat mengganggu proses akademiknya.

Memperlakukan anak  seperti sahabat, merangkul, mendengarkan,  memotivasi seperti memperlakukan buah hati biologisnya sendiri. Hampir setiap hari dirinya bersama teman sejawatanya blusukan ke kampung-kampung rumah tempat tinggal anak didiknya yang didera masalah pendidikan sekolah anak, diberikan dorongan moral dan sedikit material. Seperti penuturan alumnus IKIP PGRI Denpasar dan STIE Mahardika Surabaya itu,  sangat miris dengar cerita kondisi keluarga anak didiknya. Terkadang, tangis air matanya tak dirasa menetes dipipinya sembari memeluk dengar cerita pengakuan sang anak sangat memilukan hati.

Beberapa rekaman video potongan wawancara langsung kepada anak didiknya kerap diposting di media sosial akun Ketut Suarni. Dari postingan itu, banyak pihak yang peduli bersimpati ulurkan tangan titipkan bantuan kepada anak yang membutuhkan keperluan sekolah dan lainnya. Misal, I Wayan Agus Saputra, siswa kelas VI anak didiknya dari keluarga sangat kurang mampu menjadi perhaian serius dirinya.

Beraneka masalah ditemuinya, dari anak kebutuhan khusus mental, jarang sekolah, ekonomi kurang mampu, rumah tidak layak huni, kedua orang tua pisah cerai tinggal dengan orang lain, anak telantar, dan kurang perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Badai itu dia tembus bersama teman-teman sejawatnya berjuang selamatkan anak untuk masa depan.

Figur Suarni, mantan atlet bola voli Kabupaten Karangasem dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Bali, telah empat dasa warsa telah dilaluinya mengabdi sebagai guru dan kerap berpindah-pindah tugas dari sekolah ke sekolah lain. Banyak merasakan pahit getir asam garam menjadikan dirinya kuat menghadapi tuntutan dan tantangan menjadi guru sekaligus ibu dari anak didik.

Katanya Ketut Suarni yang kini tinggal bersama keluarga di komplek Perumnas, Paye, Karangasem, apapun ia lakoni didasari penuh cinta dan kasih sayang sepenuh hati pasti menuai buah manis. Katanya Suarni, itulah sesungguhnya hakekat dalam Valentin Day. Terbukti, ketika dirinya pindah tugas ke pedesaan, tempatnya relative jauh dari kota tempat tinggalnya dan sekolah sebelumnya. Tempat itu, bagi dirinya sangat adem nyaman menyenangkan, karena didasari dengan cinta kasih sepenuhnya terhadap lingkungan dan profesi dijalaninya.

Disanalah suasana Valentine Day mudah lahir menginspirasi yang dituangkan melalui guratan pena kedalam 3 buah buku. Yakni, judul “Menantang Fajar di Pantai Seraya” terbit Januari 2018, judul “Menuju Guru Profesional” terbit Pebruari 2019, dan dalam bentuk karya sastra buku kumpulan puisi terbit Nopember 2018.

Dari sanalah pula, bibit prestise dan prestasi terus tumbuh sampai buah emas dipetiknya tahun 2017 dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Kabupaten Karangasem.       Berkat itu pula, dirinya kerap mendapat pengalaman berharga undangan dari pemerintah pusat kunjungi ke ibu kota Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia ikut pendidikan dan latihan kependidikan.

Meski telah purnatugas, menurut pengakuannya Valentine Day dan misi kemanusiaan tetap mereka akan lakukan kepada masyarakat yang membutuhkan sepanjang dirinya masih mampu. “Jangan menunggu kaya untuk berbagi”, katanya.

Belum lama ini. Suarni, mantan guru olahraga ini, kerap menjadi relawan, dipercaya terima titipan donasi dari donator, serta mengantar langsung donator kepada mantan anak didiknya yang sempat dipostinya di media sosial.

“Sebenarnya Valentine Day sudah tiap hari kita lakukan, dalam kehidupan sehari-hari, ritual ngejot nasi, maturan canang, bekerja, bersilaturahmi, menyame braye, dan cinta kasih seorang ibu pada anaknya. Dan yang utama, kasih Tuhan tanpa syarat pada kita, makhluk ciptaanNya, Tuhan begitu menyayangi kita.” tutup Ni Ketut Suarni. CMN-Red.

Facebook Comments

error: Content is protected !!