Bali

Dari Pembinaan Sabha Budaya Bali di Desa Baluk, Jembrana. Haus akan Pembinaan, Krama Minta Pembinaan Dilakukan Berkelanjutan

JEMBRANA (CAHAYAMASNEWS). Bupati Jembrana yang diwakili Asisten II Setda Kabupaten Jembrana, Bapak Ngurah Sumber Wijaya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Yayasan Sabha Budaya Bali yang mau dan proaktif langsung turun ke lapangan membantu pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Pihaknya mewakili bupati, berharap ke depan lebih banyak lagi desa-desa yang diberikan pembinaan, guna meningkatkan pemahaman sekaligus kecintaan krama terhadap pentingnya kelestarian agama, adat, dan budaya. Dengan bekal itu bisa dijadikan benteng dalam menghadapi gempuran dampak dari era globalisasi/milineal ini.

“Saya berharap melalui kegiatan pembinaan ini mampu menangkal berbagai dampak negatif yang dapat mengancam eksistensi agama, adat, dan budaya Bali,” ujarnya. Kecanggihan teknologi telah merubah pola pikir masyarakat, termasuk tatanan masyarakat yang telah dibangun para tetua sejak zaman dahulu, seperti merosotnya nilai-nilai gotong-royong dan kian memudarnya hubungan komunikasi, serta semakin menjauhnya hubungan interaksi langsung masyarakat, melainkan segala sesuatu cukup lewat smartphone (HP) dengan alasan efisiensi, baik waktu, tenaga, maupun biaya. Untuk itu, melalui pembinaan ini diharapkan dapat kembali menyadarkan masyarakat akan pentingnya tetap memelihara nilai-nilai adiluhung yang diwariskan para leluhur terdahulu, guna mengkal perkembangan zaman yang semakin pesat, dan gempuran teknologi yang semakin canggih.

Dalam sesi Dharmatula (sesi tanya jawab), tampak masyarakat sangat antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir. Bahkan, waktu yang disediakan harus ditambah, sehingga semua pertanyaan, saran, dan pendapat bisa dijawab sekaligus dicarikan solusinya. Sejumlah pertanyaan muncul di antaranya; tentang usulan pembuatan pedoman baku pelaksanaan upacara oleh lembaga umat, usulan tentang pembangunan Kantor Pengadilan Agama Hindu, pemberian buku-buku yang diharapkan seperti buku nangluk mrana, dharma caruban, keberanian dan kesiapan menghadapi tantangan dan bahkan ancaman dari luar, serta persoalan lainnya yang dihadapi krama saat ini. Semua pertanyaan dapat dijawab dengan baik oleh narasumber, sementara usul, saran yang disampaikan krama dalam pembinaan tersebut, semuanya ditampung untuk selanjutnya dijadikan bahan diskusi untuk dicarikan solusinya bersama tokoh-tokoh agama, adat, dan budaya Bali, sehingga diperoleh solusi yang nantinya menjadi kesepakatan bersama.

Saking antusiasnya, acara yang sedianya dilaksanakan 2 jam, namun kenyataannya hingga 3 jam, dan itupun dirasa masih kurang oleh masyarakat. Itu membuktikan, betapa mereka rindu dan sangat haus akan pembinaan dan penyuluhan seperti ini. Masyarakat di zaman sekarang ini banyak sekali mengahdapi persoalan, maupun bahkan tantangan. Masyarakat yang hadir berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, untuk menghadapi beragam persoalan di masyarakat yang kian hari dirasakan semakin pelik, dan berat, sehingga perlu dilakukan rembug sesering mungkin untuk mendapatkan solusi yang terbaik sesuai harapan bersama.

Kegiatan dihadiri Bupati Jembrana yang diwakili Asisten II Setda Kabupaten Jembrana, Bapak Ngurah Sumber Wijaya, perwakilan dari Kantor Kementrian Agama Kab. Jembrana, Camat Negara, Kepala Desa Baluk, Majelis Alit Desa Adat Baluk, unsur keamanan dari Polri dan TNI, para pemangku, serati, dan undangan lainnya, serta krama Desa Adat Baluk.  *** Cahayamasnews.com/Tim-02-Sambungan (Habis).

Facebook Comments