News

Bantuan Bawang Merah Tahun 2020 Untuk Bangli Menurun

BANGLI (CAHAYAMAS-NEWS). Kintamani yang selama ini kaya produk pertanian seperti jeruk dan kopi serta tanaman holtikultura, juga sebagai daerah tujuan wisata (agrowisata). “Untuk wilayah Kintamani Barat  masyarakatnya lebih banyak mengeluti sektor pertanian, demikian pula masyarakat Kintamani Timur yang terkenal dengan hasil pertanian holtikulturanya. Tahun 2020 mendatang, Bangli akan kembali mendapatkan bantuan pengembangan bawang merah, namun volumenya menurun dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas PKP Kabupaten Bangli didampingi Kasi Tanaman  Holtikultura Ni Made Yusri Wahyuni menyatakan Jumat(13/12/2019)

Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan data yang ada pada tahun 2020 mendatang Bangli akan mendapat bantuan untuk pengembangan bawang merah seluas 20 hektar.Bentuk bantuannya berupa bibit benih biji, pupuk kimia dan pupuk organik cair. Disamping bawah merah Kabupaten Bangli juga akan diberikan bantuan benih biji bawang putih dan juga bantuan pengembangan Kawasan  bawang putih seluas 100 hektar. Dibandingkan tahun lalu, bantuan bawang merah untuk tahun 2020 mengalami penurunan. “Tahun 2019  Bangli mendapat bantuan pengembangan bawang merah seluas 40 hektar sedangkan tahun 2020 hanya 20. Untuk holtikultural memang menurun bantuannya karena APBN sekarang kebanyakan diarahkan ke pangan,” jelasnya.

Tahun lalu mendapatkan bantuan bibit bawang merah jenis biru lancor untuk dikembangkan  di daerah Kintamani,  khususnya di sekitar  Desa Songan. Dipilihnya Desa Songan karena selama ini bawang merah kebanyakan dihasilkan dari  Songan. Sesuai prosedur bibit biji bawang merah  akan disalurkan melalui kelompok tani yang bisa difasilitasi pengembangan bawang merah harus mengajukan proposal ke Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan. Saat ini ada 6 kelompok yang sudah mengajukan proposal.

Nantinya akan dilakukan veripikasi ke lapangan sebelum dibuatkan Surat Keputusan agar bantuan tepat sasaran dan tepat guna. Dalam veripikasi nanti apakah datanya sudah valid seperti; apakah ada anggota kelompoknya, apakah ada lahan  untuk tempat penanaman, hal itu nanti akan dilakukan surve ke lapangan,” ujarnya. Disampaikan pula untuk pengembangan bawang merah cocok dilakukan di daerah yang berketinggian 400 dpl. Sedangkan bawang putih cocok dikembangkan di daerah dengan ketinggian 800 dpl seperti daerah Belandingan dan Songan,” sebutnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Natha.

Facebook Comments