
Bantu Ringankan Tugas Pemerintah, Wakil Ketua DPRD Wayan Parka, Bentuk Relawan Dirikan Dua Pos
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Guna membatu tugas pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karangasem, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, I Wayan Parka berinisiatif membentuk relawan yang diberi nama ‘Relawan Tihingan Memutus Covid’. Tak hanya itu, ia juga sekaligus mendirikan dua buah pos, Kamis (7 Mei 2020) lalu yang dikoordinator oleh I Ketut Suarjana. Demikian dijelaskan Wakil Ketua DPRD I Wayan Parka, di ruang kerjanya di Sekretarit DPRD Karangasem, Senin (18/5/2020).
“Hal ini kami lakukan murni untuk membatu tugas pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karangasem. Kita sebagai warga masyarakat ingin ikut mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan virus corona. Karena kami pikir penanggulangan virus yang telah menelan korban puluhan ribu jiwa di seluruh dunia ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga peran serta masyarakat itu sendiri,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, disamping membentuk relawan pihaknya juga mengaku mendirikan pos di dua tempat yakni; pos pertama dibangun di Seganing antara Banjar Tihingan dan Banjar Tengah Bebandem, sedangkan pos kedua didirikan di Pemanggungan antara Tihingan dan Banjar Pakel.
‘Relawan Tihingan Memutus Covid’ yang telah dibentuk melibatkan 70 orang dan mereka memiliki dua tugas dan tanggungjawab yakni melaksanakan tugas menjaga dan mengedukasi warga tentang protokol kesehatan salah satu menggunakan masker saat keluar. Sepeda motor warga selalu disemprot dengan cairan desinfektan dan hand sanitaizer bagi warga. Mengingat aktivitas warga cukup padat, pihaknya selalu mewanti-wanti warganya dan warga lain kebetulan melewati pos itu, untuk selaku memakai masker saat keluar rumah, dan selalu mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.
“Dalam upaya pencegahan Covid-19, relawan juga memberikan masker bagi warga yang melewati dua pos itu. Dalam pengadaan logistik, semua warga ikut berpartisipasi, baik warga Desa Adat yang tinggal di desa maupun yang tinggal di luar. Bantuan logistik tersebut berupa masker dan lainnya, baik secara pribadi maupun dari Relawan GMT,” katanya seraya menambahkan, bahwa relawan juga menjadwalkan penyemprotan desinfektan, di semua wilayah Tihingan hingga ke rumah warga, serta memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Banjar Adat Tihingan yang kurang mampu.
“Sembako telah dibagikan 300 paket, yang berasal dari sumbangsih warga yang tinggal di luar Banjar Adat Tihingan juga secara pribadi dari saya. Bagi warga yang membandel tidak memakai masker walau sudah berulang kali diberi peringatan, maka akan diberi sanksi berupa dipoto dengan memegang tulisan ‘Saya melanggar, saya tidak memakai masker, jangan tiru saya’ dan selanjutnya diunggah di media sosial,” ungkapnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-01.









Facebook Comments