April 20, 2026
News

Destinasi Desa Wisata Penglipuran Uji Coba Dibuka

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Obyek Desa Wisata Penglipuran yang terkenal dengan arsitektur rumah tradisional Bali ini juga menjadi primadona bagi  Wisman maupun Wisdom, sudah mulai uji coba dibuka. Beberapa destinasi wisata di Kabupaten Bangli sudah  mulai dibuka setelah mendapatkan sertipikasi dari Satgas Covid-19. Dari pantauan media Minggu (06/09/2020) sudah mulai terlihat wisatawan  nusantara asal kota Solo Jawa Tengah dan beberapa orang Wisdom berkunjung ke lokasi tersebut.

Menurut Pengelola Obyek Desa Wisata Penglipuran I Nengah Moneng, pihaknya masih melakukan persiapan yang matang dengan melakukan uji coba dengan  mempraktekkan protokol kesehatan. “Saat ini sedang mempersiapkan untuk veripikasi, yang dilaksanakan tanggal 10 Septenber 2020,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, banyak hal yang menjadi pertimbangan dilakukan uji coba, yakni telah selesainya melakukan renovasi terhadap sejumlah aset-asetnya untuk meningkatkan keindahan dan kenyamanan wisatawan yang  berkunjung, salah satunya Bale Banjar Adat yang selama ini sering dijadikan sebagai tempat pertemuan para tamu. Disamping adanya desakan dari warga adat dimana seringnya tamu yang datang banyak yang kecewa ingin menikmati suasana rumah tradisional jauh-jauh datang dari Kalimantan dan daerah lainnya. “Banyak pemandu wisata baik lokal maupun nusantara menghubungi saya menanyakan kapan Desa Wisata Penglipuran mulai dibuka, bahkan yang lebih kasihan lagi tamu dari Kalimantan sampai tiga kali datang dengan harapan bisa menikmati aura desa tradisional yang terkenal di seantero dunia untuk diabadikan,” katanya.

Setelah dilaksanakan paruman desa adat pada tanggal 2 September lalu,diputuskan  mulai 4 September dilaksanakan uji coba dibuka dengan melakukan protokol kesehatan sangat ketat. Sebelum menerima kunjungan wisatawan, salah satunya telah mempersiapkan protokol kesehatan  dengan adaptasi kehidupan era baru  masyarakat benar-benar sudah  siap menjalankan kehidupan normal, tentunya dengan terus memberikan edukasi mengingat pariwisata di Penglipuran bersentuhan langsung dengan wisatawan, terutama masyarakat setempat, sehingga harus benar-benar  siap.

Lanjut disampaikan setelah mulai diuji coba dibuka puluhan orang tiap hari berkunjung, sehingga untuk menerapkan protokol kesehatan tidaklah begitu sulit. Sebelumnya memang tiap hari ada beberapa Wisdom berkunjung, namun hanya di luar wilayah obyek saja, seperti di lokasi hutan bambu, namun pihak petugas sedari awal tetap melaksanakan tugasnya. “Setiap yang masuk ke wilayah Desa Adat Penglipuran tentunya disemprot dengan disinpektan,” tegasnya seraya menambahkan, untuk acara sertifikasi tanggal 10 September, nanti sudah ada pihak Bank Indonesia, Bank Pembangunan Daerah Bali, Kapolres, Satgas Covid-19 Kabupaten Bangli  dan instansi terkait lainnya,” pungkas Moneng. *** Cahayamasnews.com/Agung Nata.

Facebook Comments

error: Content is protected !!