
Gubernur Koster Wujudkan Mimpi Pembangunan Gedung MDA Kabupaten Bangli
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Mimpi Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli yang puluhan tahun tidak memiliki fasilitas perkantoran yang layak, akhirnya segera terwujud, menyusul dilakukannya peletakkan batu pertama pembangunan gedung MDA Kabupaten Bangli oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, Kamis (10/9/2020) bersama Bupati Bangli I Made Gianyar,Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, PHDI Provinsi Bali, , Kadis Pemajuan Masyarakat dat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Ketua Forum Perbekel se Bali I Gede Pawana, Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar Bendesa MDA Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana,Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra.
“Kami menghaturkan rasa syukur dan terima-kasih kepada Bapak Gubernur Wayan Koster yang sudah mengagas ide luar biasa ini untuk pemajuan Desa Adat,” ungkap Bendesa Madya Desa Adat (MMDA) Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana saat menyambut kedatangan Gubernur Koster di Wantilan Banjar Adat Kawan, Kecamatan Bangli. Hal itu disampaikan Kayana, lantaran sejak mulai berdirinya MDA di Kabupaten Bangli tahun 2005, sekretariatnya selalu pindah-pindah. “Sekarang mimpi kami sejak 2005, akhirnya bisa terwujud,” sebutnya.
Peletakkan batu pertama tersebut, diawali upacara ngeruak dan nasarin dengan mengambil caru manca sata. “Upakara yang kita laksanakan ini, memang terbilang utama. Mengingat tempat yang digunakan adalah bekas rumah sakit yang sudah barang tentu dulunya banyak tempat melahirkan maupun orang yang meninggal. Tempatnya sangagana, sehingga ucaparanya lebih utama,” jelasnya. Kantor MDA Kabupaten Bangli dibangun di lahan tanah seluas 20 are lebih milik Pemprov Bali yang berlokasi di Jalan Kusumayuda Bangli dengan menggunakan dana CSR senilai Rp. 3 milyar lebih.
Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya di hadapan para bendesa adat se-Bangli, menjelaskan, untuk tahun ini baru tujuh dimulai dari Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar Tabanan, Karangasem,Negara, Bangli, dan Singaraja. Kecuali pembangunan MDA Kabupaten Gianyar menggunakan APBD, yang lainnya sumber dananya berupa CSR dari BUMN dan swasta yang berusaha di Bali.
Untuk pembangunan gedung MDA kabupaten/kota se-Bali, rata-rata menelan anggaran Rp. 3 milyar lebih dengan desain stil Bali, berlantai dua. Ini ditargetkan sudah tuntas pada akhir tahun 2020. Sedangkan untuk pembangunan gedung MDA Kabupaten Badung dan Klungkung juga akan segera diupayakan untuk dibangun. “Target kita, pada awal tahun 2021 semua gedung MDA Kabupaten/Kota se-Bali sudah tuntas dilakukan,” tegas Wayan Koster.
Disampaikan pula, keseriusan Gubernur terhadap eksistensi desa adat di Bali itu sebagai wajud implementasi dari lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” yang salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. “Jadi Kantor MDA di 9 kabupaten/kota di Bali akan dibangun semuanya, dan hal ini adalah komitmen saya secara utuh membangun Desa Adat di Bali dengan mengacu pada nilai-nilai desa adat seperti pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal Bali,” tambahnya.
Orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga menceritakan bahwa dirinya menjadi Gubernur tidak memiliki kepentingan secara pribadi. Sehingga dengan ketulusan tekadnya terhadap pelestarian adat di Bali, Wayan Koster dengan keahliannya berdiplomasi kepada perusahaan yang berdiri di Pulau Bali terus melakukan komunikasi untuk memperjuangkan kepentingan umum, termasuk desa adat. Gubernur Koster menegaskan bahwa perjuangannya memajukan desa adat belum selesai melainkan baru pendahuluannya saja. “Salah satu yang baru-baru ini saya perjuangkan di anggaran Perubahan APBD Semesta Berencana ialah menambah anggaran untuk desa adat, dari Rp. 300 juta tahun ini, meningkat menjadi Rp. 350 juta,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Nata.
Facebook Comments