October 20, 2020
Adat dan Tradisi

Hadiri Pujawali Catur Murti lan Usaba Kaja Desa Adat Seraya,Wagub Cok Ace Berpesan Upacara harus Didasari Tiga Poin Penting

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). “Saya harap upacara ini dapat memberikan makna, inspirasi dan motivasi, ketenangan jiwa, keteguhan batin untuk melanjutkan swadarma kita sebagai krama, sebagai warga negara yang baik. Untuk itu, jika masyarakat ingin melaksanakan suatu upacara atau menghaturkan yadnya, harus berlandaskan pada tiga poin penting yaitu “Pikayun, Kemampuan dan Kepatutan, dan selalu mempertimbangkan prinsip Dharma Agama dan Dharma Negara. Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menghadiri Pujawali Catur Murti lan Usaba Kaja, di Desa Adat Seraya Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Selasa (6/10/20).

Dikatakannya, upacara ini juga sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu menjaga keseimbangan dari segi Sekala lan Niskala, untuk itu karya-karya seperti ini harus tetap dilaksanakan, dijaga dan dilestarikan. Upacara Hindu tidak mengenal penyederhanaan, namun ada tingkatannya, bahkan leluhur terdahulu telah menyiapkan 9 tingkatan dari yang terkecil hingga yang terbesar dan umat tinggal memilih sesuai kemampuan.  “Kita sesungguhnya tinggal memilih sesuai kemampuan, jangan pernah memaksakan diri. Disamping itu setiap melaksanakan upacara haruslah didasari ketulusan dan manah yang bersih, sehingga walaupun upacaranya mengambil tingkatan yang kecil akan bermakna sangat besar dan utama, demikian sebaliknya,” ujar Wagub Cok Ace usai melaksanakan persembahyangan bersama, di Pura Puseh, Desa Adat Seraya, Kecamatan/Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, Prajuru Desa Adat Seraya I Wayan Pura yang didampingi Kelihan Adat                I Made Salin menjelaskan, pelaksanaan pujawali Catur Murti lan Usaba Kaja ini dilaksanakan selama tujuh hari, dimana puncak pujawalinya  jatuh pada rahina wraspati, Purnama Sasih Kapat, tanggal 1 Oktober 2020, tepat pukul 09.00 wita, dan Bhakti Penyineban pada Buda Umanis Medangsia, 7 Oktober 2020.

Ditambahkannya, untuk mencegah penularan pandemi Covid-19, dalam pelaksanaan pujawali ini selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terbukti umat yang hendak sembahyang wajib terlebih dahulu mencuci tangan dengan sabun yang telah disediakan, juga cek suhu dipintu masuk, dan saat persembahyangan bersama wajib menjaga jarak. Tak lupa, para pemedek tetap diimbau untuk menggunakan masker,” tambahnya. *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

 

 

 

Facebook Comments