April 20, 2026
News

Bantuan Dana Stimulus UMKM di Bangli Bermasalah

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Pencairan program bantuan stimulus untuk UMKM kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Bangli, terjadi masalah. Pasalnya, sejumlah warga yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan justru namanya tiba-tiba digantikan oleh orang yang justru tidak layak sebagai penerima stimulus tersebut. Hal itu dialami dua warga Desa Undisan, Tembuku, Ni Nyoman Sri Astini Saputri (43) dan Ni Komang Juliastini (35). Saat ditemui di desanya, Rabu (07/10/2020), Sri Astini menceritakan sebelumnya telah mengajukan permohonan untuk mendapat bantuan tersebut, kemudian pihak desa menghubungi diminta untuk membuat rekening karena akan mendapatkan bantuan stimulus sebesar Rp. 1,8 juta, tanggal 25 Agustus lalu.

Karena mendapat waktu satu jam dari batas waktunya, mereka tergesa-gesa langsung membuat rekening.  Saat  dilakukan pencairan tanggal 26 Agutus 2020 ke BPD Cabang Tembuku, pihak  petugas mengatakan bahwa namanya sudah dicoret tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. “Yang bikin saya bingung, nama saya dicoret tapi NIK dan KK saya justru masih ada di pengumuman secara online,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai pengerajin kuningan hias pengantin Bali ini dengan nada kesal.

Atas persoalan tersebut, pihaknya pun sudah menanyakan ke Kantor Desa Undisan. Hanya saja, pihak aparat desa menyatakan pencoretan tersebut bukan menjadi kewenangan pihak desa. Hal yang sama juga dialami Komang Juliastini namanya juga dicoret, namun NIK serta No KK yang dipergunakan justru tetap dipergunakan oleh penerima yang menggantikannya. Lebih memprihatinkan, yang bersangkutan rela ngebon di warung untuk membeli materai.

“Awalnya saya begitu senang akan mendapat bantuan itu, ada lima materai 6.000 yang dipergunakan untuk melengkapi saat mengurus proses pengajuan sampai pembuatan rekening. Sampai saat ini saya masih ngebon pembelian materai sebesar Rp. 30 ribu,” keluhnya. Kini usahanya sebagai pengerajin kuningan sudah nyaris gulung tikar sejak Covid-19 mewabah. Sementara itu, Perbekel Desa Undisan, I Ketut Suardikayasa saat dikonfirmasi membenarkan ada dua warganya yang namanya dicoret sebagai penerima bantuan tersebut.

Pihaknya juga mengakui, mekanisme pencairan bantuan tersebut berdasarkan usulan dari bawah untuk kemudian diteruskan kepada  Dinas Koperasi UMKM dan Nakertrans Kabupaten Bangli yang memfasilitasi dan kemudian diajukan ke Dinas Koperasi Provinsi Bali. Dimana, kreteria orang yang berhak diusulkan untuk mendapatkan bantuan tersebut adalah para pengusaha, pengerajin, peternak, pedagang yang terdampak Covid-19. “Untuk di Desa Undisan dari 85 orang yang kita usulkan, namun dari pihak bank datangnya hanya 80 orang saja,” jelasnya.

Selanjutnya, datang list lagi 3 orang kemudian datang tambahan yang dua orang itu. “Makanya kita telpon orangnya yang dapat. Saat ditanyakan ke bank katanya namanya sudah diganti. Saya kan tidak tahu, sempat juga ibu Kadis turun,” ujarnya. Terkait soal pencoretan kepada dua warganya tersebut, Kadis saat itu sudah janji mau menelusuri sampai ke Provinsi. Dampak dari persoalan itu, keduanya jadi gak dapat, baik yang diganti maupun yang menggantikan. Pihak desa masih menunggu kejelasan dari hasil penelusuran yang dilakukan Dinas Koperasi Kabupaten Bangli.

Sementara  itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Nakertrans Kabupaten Bangli, Luh Ketut Wardani saat dikonfirmasi  membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya mengakui banyak persoalan memang terjadi dalam penyaluran stimulus tersebut. “Kami di kabupaten, tugasnya hanya melengkapi pemberkasan. Semua berkas sudah kita usulkan ke Propinsi sesuai usulan dari desa. Namun seperti apa verifikasinya dan siapa yang dapat atau tidak, sepenuhnya merupakan kewenangan Provinsi. Karena SK-nya adalah SK Gubernur,” ungkapnya seraya menambahkan, kalau memang ada yang tidak puas, silakan ke Dinas Provinsi yang nanti katanya akan memberikan penjelasan. “Sejauh ini, yang kita usulkan sekitar 16.000 orang. Tapi kita hanya dapat sekitar 4.500 orang dan itu kembali lagi kepada kewenangan Provinsi,” jelasnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Nata.

Facebook Comments

error: Content is protected !!