October 20, 2020
News

Tak Ingin Ada Demo Anarkis, Elemen Masyarakat Bangli Gelar Deklarasi Bali Cinta Damai

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Tidak ingin adanya kegiatan demo yang berujung anargis, Element masyarakat Bangli dengan menggelar Deklarasi Bali Cinta Damai di depan Monumen Kapten Mudita Bangli, Jumat (16/10/2020). Dalam acara deklarasi Bali Cinta Damai ini dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) I Nyoman Sukra, Bendesa Madya MDA Keut Kayana, Ketua MUI H. Gufron, Pendeta Jemaat I Gusti Bagus Hery, Ketua Pecalang Kabupaten Bangli Ketut Radji, Sekretaris PHDI Bangli I Wayan Wira, Ketua Organisasi KMHDI Bangli NI Komang Novi Karunia dan perwakilan mahasiswa serta tokoh pemuda dari kalangan STT.

Deklarasi Bali Cinta Damai ini merupakan pernyataan sikap element masyarakat Bangli terhadap aksi demonstrasi anarkis belakangan ini yang merupakan implikasi dari Penetapan Undang-Undang Omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Adapun isi dari Deklarasi yang disepakati tersebut di antaranya; Elemen masyarakat Kabupaten Bangli menghormati kebebasan berpendapat di muka umum yang dilakukan secara damai dan sesuai protokol kesehatan Covid 19 serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menolak dan mengutuk tindakan anarkis yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab pada saat dilaksanakan kegiatan unjuk rasa khususnya dalam menyikapi UU Cipta Kerja/Omnibus Law. Elemen masyarakat Kabupaten Bangli mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi melakukan aksi unjuk rasa dan mendorong dilakukan upaya-upaya yang sesuai konstitusi dan hukum yang berlaku, serta mendukung aparat penegak hukum untuk menindak dan memproses hukum para pelaku aksi anarkhis yang merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban masyarakat.

Ketua FKUB Kabuaten Bangli I Nyoman Sukra menuturkan dalam mengemukakan pendapat tak seharusnya diiringi aksi anarkis terlebih aksi Demo dilakukan ditengah merebaknya virus Covid-19 hal ini tentunya dapat menambah klaster penyebaran Covid-19 yang tidak kita inginkan. “Masih ada jalan lain untuk menyatakan penolakan terhadap penetapan Omnibus Law Cipta Kerja sesuai aturan yang berlaku, ikutilah tata cara dan aturannya tidak dengan demo anarkis,” ujarnya

Sementara Itu Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, S.I.K.,M.I.K., mengapresiasi langkah yang dilakukan element masyarakat ini, dirinya menilai hal ini merupakan jalan untuk memulihkan perekonomian Bali. “Keamanan merupakan salah satu hal yang utama dalam memulihkan perekonomian khsusnya di Bangli, jika situasi keamanan terjamin kami yakin kondisi prekonomian akan kembali pulih dampak Covid-19,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Nata.

Facebook Comments