April 19, 2026
SosPol

Sikapi Kekalahan Usung Paket Massker, DPD Golkar Karangasem Lakukan Evaluasi Interen

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Pertarung head to head  paket Dana Dipa (Nomor urut 1) melawan paket Massker (nomor urut 2) pada Pilkada serentak 9 Desember tahun 2020 telah berakhir dan dimenangkan oleh paket Dana-Dipa. Atas kekalahan paket Massker yang diusung koalisi Karangasem Hebat Jilid  2 di antaranya; Partai Nasdem, Golkar, Perindo, Demokrat, dan  PKS. Terkait kekalahan yang dialami oleh paket Massker yang diusungnya itu adalah hal yang biasa dalam sebuah pertarungan. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan saat ditemui di sekretariatnya Senin (21/12/2020) mengaku tengah melakukan evaluasi interen. Pihaknya juga tak lupa mengucapkan selamat kepada paket Dana-Dipa (Nadi) yang telah menang dalam Pilkada tahun ini, dan semoga mampu menjalankan visi-misi secara maksimal untuk mewujudkan Karangasem lebih baik dan maju.

“Menang kalah dalam pertarungan itu sudah biasa. Kami ucapkan selamat atas kemenangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem terpilih, semoga amanah sesuai aturan mampu menjalankan visi misi yang diusungnya secara maksimal. Kami di DPRD Partai Golkar khususnya tengah melakukan evaluasi di interen. Kami tidak ada kewenangan untuk mengevaluasi kerja koalisi. Menyikapi kader-kader di sini, kita sudah bekerja  maksimal justru kita apresiasi kader-kader Golkar. Mengenai kinerja pak Geredeg dan Sumardi yang kalah di TPS nya, nanti kita sikapi dan  kita sangat mengapresiasi kinerja sudah bagus ini,” ujar Ketua DPD I Gusti Ngurah Setiawan.

Yang jelas lanjut  Gusti Ngurah Setiawan, pada Pilkada 9 Desember yang lalu ini, seluruh kader  Partai Golkar dari tingkatan kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat desa dan dusun sudah bekerja maksimal, namun keberuntungan belum berpihak pada paket Massker. “Persoalan menang kalah itu menyangkut banyak faktor, dan tidak bisa dijelaskan secara detail dan benderang. Semua itu akan kami evaluasi di internal kader Golkar saja, sementara untuk tim koalisi urusannya berbeda,” ujarnya.

Terkait bagaimana Golkar melihat peta koalisi setelah terbentuknya pemerintahan baru nanti, karena saat ini kan belum ada bupati belumlah bersikap. Kalau kerjasama di parlemen itu kan masih, kalau koalisi di parelemen masih dengan empat partai tersebut. “Kalau ke depan ada evaluasi biar berjalan sesuai roll. Nanti setelah 2 setengah tahun setelah berakhir, apakah berlanjut atau sebaliknya nanti kita tindaklanjuti. Kekalahan ini jangan sampai membuat kita berkecil hati dan saling menyalahkan dan perjalanan Golkar masih panjang,” tegas   I Gusti Ngurah Setiawan. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!