Pendidikan

Hindari Munculnya Klaster Baru, Pemkab Karangasem Tunda Kegiatan PTM, Segera Lakukan Vaksin Civid-19

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS).  Rencana Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada siswa di tingkat SD dan SMP, akhirnya ditunda akibat kasus penyebaran Covid-19 di Karangasem terjadi penambahan, sehingga untuk menghindari munculnya klaster baru. Hal itu setelah dilakukan pembahasan dengan Satgas Covid-19 Kabupaten  Karangasem dengan intansi terkait. Demikian dijelaskan oleh Sekda Kabupaten Karangasem  I Ketut Sedana Merta saat jumpa pers bersama awak media, didampingi oleh Kepala Dinsa Kesehatan dan Kepala Disdikpora Kabupaten Karangasem, bertempat di ruang rapat sekda, Rabu (6/1/2021).

Lebih lanjut dijelaskan, selain penundaan PTM, dalam waktu dekat ini Pemkab Karangasem  juga akan melaksanakan vakasin covid-19. “Kita masih menghadapi pandemi, maka sangat diharapkan kepada masyarakat Karangasem untuk selalu disiplin mentaati Prokes yang sekarang disebut 4M, yakni Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tanggan, dan Menghindari Kerumunan,” ujar Sekda I Ketut Sedana Merta  .

Untuk tahun 2021 ini, mengingat kasus covid masih terjadi penambahan, maka pemerintah kembali akan mengaktifkan Satgas desa, serta di instansi pemerintah, namun dalam penanggulangan penyebaran virus itu, sangat penting peran dan kesadaran semua pihak dalam mencegah dan sekaligus memutus mata rantai wabah yang mematikan tersebut.

Sementara itu, Kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga ( Disdikpora) Karangasem I Gusti Ngurah Kartika membenarkan adanya penundaan TPM tersebut, dan penundaan tersebut merupakan hasil rapat dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Karangasem dengan pihak terkait. “Penundaan itu didasari karena melihat kasus penyebaran Covid-19 di Karangasem terjadi penambahan, sehingga untuk menghindari munculnya klaster baru, maka diputuskan PTM tersebut ditunda dengan batas waktu tertentu,” ujarnya.

Dari data yang  ada sekolah tingkat SD yang telah  masuk data ada 26 SD, kemudian di tingkat SMP ada 6 sekolah. Walaupun ada penundaan pihaknya akan melakukan verifikasi ke lapangan. Dari data yang ada kemudian sekolah SD dan SMP sudah ada yang menggaungkan untuk melaksanakan PTM yakni tambahan dari SD ada 226 sedangkan tingkat SMP menambah 23 sekolah, dan ini juga di verifikasi. “Jika nantinya situasi perkembangan kasus memungkinkan untuk melakukan PTM, tentu sekolah yang lebih awal mengajukan yang akan diberikan terlebih dulu,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan vaksin Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan I Gusti Bagus Putra Partama mejelaskan, untuk menjamin kelancaran vaksin  nanti pihaknya terlebih dahulu menpersiapkan SDM yang akan bertugas memvakasinnya.  “Untuk tempatnya kita sudah sediakan dan sampai saat ini kita sudah memiliki 13 tempat Faskes (Fasilitas Kesehatan) dan dalam waktu dekat kami berencana bakal memberikan sosialisasi kepada petugas dan menggelar simulasi,” katanya.

Pada tahap pertama 2.500 yang akan divaksin diberikan kepada tenaga medis sebagai garda terdepan yang  bertugas  merawat pasien Covid-19, kemudian disusul kepada petugas pelayanan publik termasuk Polri dan TNI di Karangasem. “Untuk tahap pertama dimulai pada bulan Januari hingga bulan April 2021, sementara tahap kedua dilakukan bulan April 2021 sampai 2022, menyasar semua masyarakat Karangasem yang berjumlah sekitar 229 ribu lebih,” ungkap Putra Pertama. *** Cahayamasnews.com/Tim-01

Facebook Comments