
Memasuki Musim Hujan, 12 Bencana Mulai Kepung Bangli
BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Cuaca ekstrim seperti hujan deras yang disertai angin kencang yang mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Kintamani mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang. Namun dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa tetapi kerugian material akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta.Hal tersebut disampaikan Kasi Logistik dan Kedaruratan, I Ketut Agus Sutapa Kamis (04/02/2020).
Lebih lanjut disampaikan sejak awal bulan Januari sampai awal Maret ini,terjadi 12 laporan titik bencana dimana kebanyakan di Kecamatan Kintamni, di antaranya kebakaran 3 lokasi, tanah disertai pohon tumbang sebanyak 5 lokasi, banjir bandang 3 lokasi ada di Kintamani yaitu di Yeh Mampeh, Desa Songan, Banjar Dukuh 1 lokasi Banjar Tegalalng Bangli dan 1 musibah disambar petir,” jelasnya.
Lanjut Agus Sutapa, menyampaikan, hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli beberapa hari belakangan ini memang memicu terjadinya longsor. Atas kondisi cuaca yang masih tidak menentu ini, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang dinilai rawan terjadimnya tanah longsor.”Selama hujan ini sudah melakukan pemantauan di titik-titik bencana khususnya tanah longsor. Sementara ini akibat hujan deras yang tsering mengguyur, untuk Bangli masih cukup aman terkendali. Hanya saja, seperti yang terjadi,” ujarnya.
Dalam hal ini, yang dipantau adalah dekat pemukinan warga, dekat jalan jika terjadi longsor akan berdampak terganggunya arus lalulintas sedangkan dekat pemukinan warga jika terjadi akan berdampak korban material dan jiwa, makanya pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di dekat tebing untuk selalu waspada. Kawasan zona merah yang rawan terjadinya tanah longsor untuk wilayah di Kabupaten Bangli yang patut diwaspadai dari pengaruh tanah longsor yakni untuk Kecamatan Bangli, ada di jalur Selati menuju Tanggahan Talangjiwa, Banjar Penglipuran menuju Dusun Buungan.
Desa Tiga sepanjang jalur Bangli menuju Desa Bangbang, jalur Tegalalang menuju Tambahan, untuk Kecamatan Susut mulai masuk jalur wilayah Desa Susut, pertigaan Demulih, Jalur Manuk menuju Susut, Lumbuan menuju Desa Pengiangan untuk Kecamatan Kintamani, Jalur Bayung Gede menuju Belancan, jalur Bantang menuju Singaraja, jalur ke Pinggan dan sekitarnya. Pasalnya, daerah tersebut sebagian besar terdapat tebing-tebing yang terbentang di sepanjang jalan.
“Daerah itu biasanya sering terjadi longsor. Karena setiap hujan mengguyur daerah Bangli, pasti salah satu jalur Kawasan zona merah disana terjadi longsor, mengingat truktur tanah masih labil. Maka dari itu, bagi pengguna jalan yang hendak menggunakan jalan tersebut supaya tetap waspada ketika melintas,” katanya. Guna mencegah terjadinya korban jiwa akibat bencana alam, pihaknya meminta kepada warga-warga yang tinggal di daerah-daerah rawan terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang, supaya senantiasa selalu waspada dengan bencana alam.
Jika terjadi hujan deras yang terus mengguyur, agar warga yang rumahnya atau pondoknya ada dekar-dekat tebing agar sementara bisa mengunggsi ke rumah keluarga atau kerabat yang lokasinya lebih aman. “Kita meminta supaya warga bisa selalu siaga bencana alam. Mengingat bencana datang sulit diprediksi. Jadi, kita sarankan kepada masyaraklat kalau ada kejadian-kejadian tanah longsor maupun pohon tumbang akibat curah hujan ini, supaya mereka bisa langsung melapor ke BPBD, sehingga kita bisa lakukan penangan,” harapnya. *** Cahayamasnews.com-Agung Natha.









Facebook Comments