November 6, 2026
News

Menunjang  IKM, Tim Dekranasda Kabupaten Bangli Kunjungi Perajin

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Kegiatan rutin dilakukan oleh Dekranasda dalam rangka menunjang Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Bangli, bertempat di Desa Jehem  Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta didampingi Wakil Ketua Dekranasda Ny. Suciati Diar dan Ny. Ida Ayu Suardini Giri Putra serta Tim Dekranasda Kabupaten Bangli mengunjungi Perajin Dupa Dubali serta Pengrajin Sokasi Sekar Madu Desa Jehem, Selasa (18/05/2021)

Dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan, Dekranasda Bangli memiliki tugas utama yakni mendorong dan memfasilitasi para pengrajin agar terus bisa eksis. Oleh karenanya, pelatihan kepada para perajin dan promosi produk hasil kerajian terus dilakukan. Dan salah satunya dengan memfasilitasi perajin di Bangli untuk mengikuti pameran kerajinan serta event-event bergengsi lain”ujarnya.

Menurutnya hal ini diperlukan untuk tetap menjaga eksistensi dan keberlanjutan perajin, khususnya kerajinan khas Bangli. Disampaikan juga, Kabupaten Bangli memiliki potensi yang luar biasa di bidang kerajinan. Hampir semua jenis kerajinan bisa ditemukan di Bangli, mulai dari kerajinan anyaman bambu, perak, ukiran, dan patung.  Kegiatan ini rutin dilakukan oleh Dekranasda dalam rangka menunjang Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Bangli,” jelasnya.

Untuk pengrajin dupa Dubali yang ada di Dusun Jehem Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku mampu menyerap tenaga kerja hingga 180 orang, sedangkan perajin sokasi Sekar Madu mempekerjakan 8 orang tenaga kerja. “Kami berharap tumbuhnya pengrajin-pengrajin yang mampu menunjang penghasilan keluarga untuk menopang perekonomian,” katanya.

Menurut pemilik dupa Dubali Jro Mangku Eko Astana menyebutkan  sejak berdiri sekitar 20 tahun lalu, usaha ini telah menciptakan dupa dengan berbagai aroma seperti cendana, gaharu, kayumanis, rempah, dan stanggi. Dalam proses pembuatan dupa usaha yang melibatkan 180 orang tenaga lokal ini masih menerapkan cara  handrool atau menggiling dengan tangan. Guna menjaga kesuciannya pekerja yang cuntaka tidak diperkenankan melakukan produksi.

“Kami  berkomitmen menjaga  kesucian produk. Ada beberapa syarat yang harus ditaati. Intinya  kami terus memberikan sentuhan Ajeg Bali. Para pembeli dupa bukan saja lokal Bangli, namun sudah merambah ke bebarapa kabupaten yang ada di Bali, bahkan ke Lombok dan Sumatra,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!