
Baru Selesai Dikerjakan, Trotoar Jalan Penghubung Serokadan -Apuan Rusak
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Baru diterjang air hujan semalam, warga Desa Apuan dan Dusun Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli mengeluhkan kualitas proyek DPT dan trotoar yang berlokasi di jalur perbatasan kedua desa tersebut. Pasalnya, belum sampai enam bulan proyek tersebut telah rusak. Kondisi itu membuat jalan aspal retak dan paving diatas terotoar rusak.
Perbekel Desa Apuan I Wayan Sunarta saat dikonfirmasi awak media, Kamis (170/6/2021) membenarkan hal tersebut. Dia mengaku mendapatkan informasi amblasnya trotoar dan jalan aspal tersebut dari Sekdesnya. “Tadi pagi Sekdes menelpon, dia menyebutkan trotoar yang ada di jalur perbatasan Apuan dengan Banjar Serokadan rusak . Kondisi tersebut sudah langsung saya sampaikan ke Dinas PU,” ujarnya.
Dijelaskan, jalan tersebut sebelumnya sempat ambrol akibat diterjang banjir. Kemudian untuk, perbaikannya mendapatkan anggaran CSR dari pusat. “Jalan tersebut sebelumnya jebol akibat diterjang air bah, dan sempat ditinjau Gubenrur Bali. Hingga akhirnya perbaikannya dikucurkan anggaran CSR dari pusat,” jelasnya.
Kata dia, penyebab amblasnya jalan berikut paving tersebut lantaran tanah di lokasi labil, akibat kurangnya pemadatan oleh rekanan. Karena saat perbaikan jalan jebol, di sana terdapat perbaikan gorong-gorong dan penguruguan. “Kemarin di desa kami turun hujan, hingga membuat tanah urug amblas hingga membuat jalan aspal dan paving juga ambrol,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menambahan, anggaran perbaikan jalan jebol tersebut bersumber dari CSR pusat dengan nilai Rp 180 juta. Dimana, anggaran tersebut sudah ingklud untuk pebuatan DPT dan pavingnisasi dan pembangunan reling yang menggunakan bata merah. “Untuk pemborongnya kami kurang tahu, karena langsung diturunkan pusat. Namun yang jelas warga kami ada yang dipekerjakan di sana,” bebernya.
Berkaitan dengan itu, dia berharap agar rekanan yang mengerjakan proyek CSR ini segera melakukan perbaikan. Mengingat proyek baru selesai saat Hari Raya Kuningan belum lama ini, masih dalam perawatan. “Malu kita sama masyarakat proyek belum mencapai enam bulan sudah rusak,” harapnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Bangli, I Wayan Lega Suprapto saat dikonfirmasi mengatakan jalan penghubung tersebut jebol di bulan Oktober tahun lalu. Selang beberpa bulan kemudian turun anggran perbaikan lewat CSR provinsi sebesar Rp. 180 juta .
Kata dia terakit kondisi tersebut, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali. Dari hasil kordinasi pengerjaan jalan belum diserahterimakan.“Perbaikan jalan penguhung tersebut lewat CSR provinsi, kami di daerah sifatnya sebatas pendaping saja,” jelasnya.
Lanjut dia dari hasil pengecekan diketahui terjadi penurunan badan jalan hingga 5 cm. Penurunan karena box culvert yang berfungsi sebagai gorong-gorong terkikis air. Untuk sementara waktu jalan tidak bisa dilewati kendaraan dengan tonase berat. “Petugas kami telah memasang rambu peringatan di lokasi. Tentu untuk perbaikan badan jalan harus dibongkar lagi, perbaikan masih menjadi tanggung jawab rekanan,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com-(NT)









Facebook Comments