November 7, 2026
News

Tebar Benih Ikan Nila di Danau Batur, Bupati Ajak Masyarakat Bersama-sama Jaga Kebersihan dan Keindahan Danau

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, SE., yang didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, SST.Par., Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika serta kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli melaksanakan penebaran benih ikan di perairan umum (Restoking) di Danau Batur sebanyak 150 ribu benih ikan yang juga dirangkaikan dengan Hari Lahirnya Pancasila dan Bulan Bung Karno III, Sabtu, (19/6/ 2021). 

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli Ir. I Wayan Sarma dalam laporannya menyampaikan, kegiatan penebaran ikan dilaksanakan dalam rangka pelestarian perikanan serta untuk memulihkan populasi stok ikan di Danau Batur dan juga serangkaian hari lahirnya Pancasila dan Bulan Bung Karno III.

Jumlah ikan yang ditebar sebanyak 150 ribu  ekor yang dilaksanakan di Danau Batur yaitu di Desa Kedisan sebanyak 100 ribu ekor dan  di perairan Desa Abang Batudinding sebanyak 50 ribu ekor.  Kegiatan restoking ini bertujuan untuk meningkatkan atau mengembalikan populasi ikan di Danau Batur.

Pihaknya juga menyampaikan, penurunan populasi ikan di Danau Batur disebabkan karena alam dan  karena aktivitas manusia. Untuk hal tersebut maka perlu diadakan kegiatan yang mampu mengembalikan populasi ikan serta kegiatan preventif untuk mencegah terjadinya kematian ikan. Tindakan atau langkah yang telah dilaksanakan yakni mensosialisasikan budidaya ikan yang ramah lingkungan, pihaknya mengimbau penggunaan bahan/alat tangkap ikan yang ramah lingkungan serta salah satu kegiatan yang perlu dilakukan adalah penebaran benih ikan.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, SE., mengatakan kegiatan penebaran bibit benih ikan dalam rangka restoking ikan di Danau Batur yang merupakan danau terbesar yang dimiliki di Provinsi Bali.

Ada banyak fungsi dari pada Danau Batur ini, yang pertama sebagai fungsi sumber air untuk beberapa kabupaten/kota di Bali, juga sebagai pendukung daya tarik pariwisata Kintamani. Sebagai sarana penyebrangan dan juga yang terakhir sebagai budidaya ikan yang merupakan konsumsi bagi masyarakat di sekitar yang kini sudah menjadi salah satu mata pencaharian yang diproduksi dalam bentuk keramba jaring apung.

“Seperti kita ketahui, bahwa makan ikan ini juga memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan kita di Kabupaten Bangli berdasarkan data dari dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan,  persentase konsumsi makan ikan masih kurang, masih dibawah 50 persen dari rata-rata konsumsi ikan yang seharusnya dilakukan,” ujarnya.

Maka dari itu kampanye makan ikan juga harus terus disampaikan kepada masyarakat termasuk pada kawan-kawan yang memiliki keramba jaring apung di Danau Batur ini. Agar se-bisa-bisanya dulu konsumsinya untuk keluarga, untuk sisanya baru nanti dijual ke pihak-pihak atau ke pasar secara bebas.

Ditambahkannya, kondisi di Danau Batur saat ini juga sudah semakin padat di dalamnya. “Maka dari itu bagaimana komitmen kita semua dalam menjaga ekosistem di Danau Batur ini dan juga bisa memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. Semakin hari perlu kita perhatikan,” katanya.

Ke depan keramba jaring apung ini secara bertahap dan secara bersama-sama akan diatur, baik dari sisi luasan maupun posisinya. Sehingga desain dari konsep pembangunan geopark termasuk di dalamnya konsep Danau Batur sendiri juga akan lebih tertata.

“Kita harus komit menjaga danau batur ini supaya tidak tercemar, bersih, tetapi tetap bisa memberikan manfaat kesejahteraan dan juga nilai ekonomis yang sebesar-besarnya bagi masyarakat di sekitarnya. Seluruh komponen yang ada khususnya di wilayah sekitar danau batur harus berkomitmen bersama,” umbuhnya.

Jika komitmen menjaga alam dan Danau Batur ini serius dilakukan, tentu keramba jaring apung yang masih ada di sini juga mudah-mudahan bisa tetap dipertahankan dalam presentase-persentase yang masih dianggap boleh secara kajian-kajian. *** Cahayamasnews.com-Humas.

Facebook Comments

error: Content is protected !!