
Polres Bangli Putar Balik Tujuh Kendaran Dalam Pelaksanaan Penyekatan Penindakan dan Penegakan PPKM Darurat
BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Memasuki hari ketiga berlakunya pelaksanaan PPKM Darurat yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dimulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2021, belum terlihat adanya dampak signifikan berkurangnya mobilitas orang/masyarakat di wilayah Bangli, maka seluruh Satgas Ops Aman Nusa Agung II beserta Tim Terpadu harus lebih tegas dan ketat lagi untuk melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap semua pelanggaran sebagaimana diatur dalam SE Gububernur Bali No.09 Tahun 2021.
Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dana Aryawan.,S.I.K.,M.I.K., menekankan dilakukannya penyekatan di batas wilayah Kabupaten Bangli yang berbatasan Kabupaten lainya dengan sasaran orang yang menuju Kabupaten Bangli untuk kepentingan Non Esensial dan Kritical harus diputar balik mulai jam 06.00 – sampai seterusnya dan diatur sistem penyekatannya dengan baik, sehingga tidak terjadi penumpukan/kerumunan/kemacetan”jelasnya Selasa (06/07/2021).
Dalam hal ini lokasi pos penyekatan berada di Jalan Ir. Soekarno Desa Bunutin Bangli telah dilaksanakan kegiatan penyekatan/pengecekan terhadap masyarakat luar Bangli yang akan memasuki Wilayah Kota Bangli dalam rangka kepatuhanan pelaksanaan PPKM Darurat Covid -19 sesuai Pergub no 9 tahun 2021 di wilayah Hukum Polres Bangli. Kegiatan Dipimpin Kasat Gas 3 Ops Amanusa II AKP I Ketut Sukadana.SH., dengan melibatkan 40 Personil Gabungan TNI 5 Personil, Polri ;30 Personil, Pol PP ; 5 Personil.
“Adapun sasaran masyarakat luar Bangli yang memasuki wilayah Bangli, yang tidak membawa/ menunjukan Surat Identitas diri dengan tujuan tidak jelas dan surat rapid antigen,” ujarnya. Sementara itu Kasat Gas III AKP I Ketut Sukadana,S.H., menyampaikan Satgas dan tim terpadu telah menindak tujuh pelanggar dan harus putar balik termasuk pelaksanaan pos penyekatan di empat kecamatan Kabupaten Bangli.
“Kegiatan ini untuk mengurangi pergerakan dan mobilisasi orang / masyarakat mengingat kasus Covid 19 Provinsi Bali terus meningkat eksponensial dan berbahaya, untuk itu warga masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin penuh kesadaran,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-NT.









Facebook Comments