November 4, 2026
News

Atasi Masalah Sampah di Butus, Warga Mengaku Setuju Dibangun SRF

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Kabar berkembang bahwa pemerintah Karangasem merencanakan  menjalin kerjasama dengan pihak ketiga dalam menyelesaikan masalah sampah di TPA  Banjar Dinas Butus, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, disambut baik oleh warga setempat. Pasalnya, dengan adanya pembangunan pengolahan sampah Solid Recover Fuel (SRF), diharapkan permasalahan sampah bisa secepatnya mendapat solusi.

Salah satu warga Banjar Adat Nangka, Banjar Dinas Butus, Ngurah Suberata, saat  Ketua DPRD Karangasem meninjau TPA tersebut Selasa (6/7/2021), mengaku setuju, karena semenjak adanya TPA di sini tidak ada solusi penanggulangannya sampai saat ini. “Selama ini warga sangat mengharapkan jika sampah yang menumpuk tersebut mendapat solusi agar tidak mengganggu warga. Disamping bau busuk, juga lalat sangat banyak dan mengancam kesehatan warga,” ujarnya.

Begitu berembus kabar akan dibangun pengolahan sampah, masyarakat serius sekali menyikapi bahkan dari pertemuan warga dengan pemerintah dan pihak ketiga, bahwa di sanalah solusi yang paling tepat. “Alasan warga menerima dan setuju, sebab pengolahan sampah tersebut pengolahannya dilakukan di dalam gedung,” katanya.

Sementara perbekel Buana Giri I Nengah  Diarsa mengaku mendukung rencana Pemerintah Karangasem menggandeng  pihak  ketiga dalam menyelesaikan sampah di sini. Namun dengan catatan harus dibarengi dengan kajian dan sosialisasi secara lengkap dan masyarakat benar-benar paham, sehingga tidak mengundang masalah.

“Kata mendukung bukan berarti setuju begitu saja, namun perlu kajian seluruh instansi dan seluruh stakeholder. Nah apalagi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang tata ruang yang baru, mungkin perlu juga kajian dari PUPR yang membidangi tata ruang,” jelasnya.

Kadis Lingkungan Hidup, Karangasem, Gede Ngurah Yudiantara,  menyampaikan, berdasarkan kajian yang telah dilakukan memang solusi yang tepat untuk pengolahan sampah di TPA Butus adalah Solid Recover Fuel (SRF). Nantinya kata dia pengolalah sampah tersebut untuk menjadi bahan bakar padat seperti Cicket Batubara dilakukan di dalam ruangan dan bukan di ruang terbuka.

Dalam sehari SRF bisa mengolah 200 ton sampah. Terkecuali besi dan kaca yang dipisahkan. Sisanya termasuk karet dan ban diolah menjadi bahan bakar padat. Artinya, dalam waktu satu setengah bulan sampah di TPA Butus sudah habis diolah,”  terang Yudiantara.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pihaknya akan membangun titik layaknya terminal transit sampah, seperti di Abang, Kubu, Rendang, dan Sidemen. Nanti secara reguler diambil. Sementara daya tampung TPA di Butus hanya 60 ton per hari, namun jika ditambah TPA yang ada di Linggasana dan Besang bisa mencukupi. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!