
Bersama Komisi IV Ketua DPRD Pantau Jalannya Vaksinasi Bagi Siswa Tahap Pertama
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi bagi siswa umur 12 hingg 18 tahun tahap pertama berjalan aman dan lancar Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika bersama Komisi IV yang membidangi kesehatan turun langsung memantau jalanya vaksinasi tersebut, Kamis (15/7/2021).
Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Wayan Suastika mengatakan, pihaknya memerintahkan anggotanya untuk memantau pelaksanaan vaksinasi di wilayah (Dapil) masing – masing. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga meminta anggotanya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan tujuan target vaksinasi bisa segera tercapai, dalam rangka menekan angka penyebaran virus Corona yang sampai saat ini belum berakhir dan bahkan terus mengalami lonjakan.
“Untuk itu saya meminta sekaligus mengajak masyarakat untuk senantiasa mentaati Prokes dengan disiplin dan penuh kesadaran, sehingga secepatnya bisa memutus penyebaran virus yang mematikan ini,” ujarnya.

Ketua Komisi I Komang Rena meninjau vaksinasi siswa di SMP Negeri 2 Rendang, anggota Komsi IV Dapil Karangasem I Gusti Ngurah Gede Subagiarta bersama Kadek Weisya Kusmiadewi memantau di SMP Negeri 1 Karangasem. Sementara Anggota Komisi Dapil Abang Sri Dwi Wahyuni memantau vaksinasi di dua tempat SMP Negeri 1 Abang dan SMP Negeri 3 Desa Buatan, Kecamatan Abang.
Seusai keliling mematau vaksinasi, Angota Komsi IV Kadek Weisya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi bahwasannya pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancer. Sebelum divaksin siswa juga telah melewat skrining dengan seksama dari tim kesehatan. Jadi tahapan skrining sangat penting, di sana dapat mengetahui jika ada riwayat penyakit bawaan, jadi itu harus diperhatikan jangan diabaikan.
“Kami di Komisi IV mengharapkan proses vaksinasi itu berjalan sesuai harapan dan anak-anak semua dapat vaksin, sehingga secepatnya dapat melakukan pembelajaran tatap muka,” harap Weisya.
Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Amlapura I Nyoman Suweca mengatakan, untuk vaksin siswa di sini pada tahan pertama berjumlah 903 siswa usianya 12 hingga 17 tahun, dan hari ini selesai. Menurut laporan ada 4 anak yang tidak mengikuti vaksin, karena 1 anak mengikuti isolasi mandiri dan yang 3 orang lainnya karena dalam keadaan sakit.
“Tadi juga ada laporan dari pihak dokter bahwa ada 2 anak yang tidak diizinkan vaksinasi karena memiliki penyakit bawaan,” jelasnya seraya berharap dengan adanya program vaksinasi bagi siswa ini sehingga proses pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksanakan. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.









Facebook Comments