News

Komisi I dan III DPRD Karangasem Gelar Raker, Hadirkan Pengelola Taman Soekesada dan Pasar

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). DPRD Kabupaten Karangasem menggelar Rapat Kerja (Raker), Komisi I dan III dengan menghadirkan dua pengelola yakni Taman Soekesada Ujung Karangasem dan pengelola pasar bertempat di ruang rapat dewan dan dipimpin langsung Ketua DPRD I Wayan Suastika didampingi Wakil Ketua I, I Nengah Sumardi, dan Wakil Ketua III, I Wayan Parka, Senin (19/7/2021). Dari eksekutif hadir Asisten 1 I Wayan Purna, Kadis Perindustrian dan Perdagangan I Wayan Sutrisna dan bagian ekonomi.

Kepala Dinas Perindag I Wayan Sutrisna mengatakan, bahwa pasar tradisional di Karangasem berjumlah 17 pasar  termasuk pasar hewan. Sedangkan pasar yang dikelola pemerintahan sebanyak 3 pasar yakni; Pasar Timur dan Barat Amlapura serta Pasar Karang Sokong. Sementara 11 pasar bekerjasama dengan desa adat dan langsung dikelola desa adat, kemudian pasar yang mangkrak ada 3 pasar.

“Dari jumlah itu sejumlah pasar perlu mendapat perhatian renovasi, kami akan mengusulkan dana BKK untuk membangun pasar tersebut, namun pembangunan harus dilahan yang bersertifikat milik pemerintah,” ujar Sutrisna seraya mengakui Pasar Manggis sampai saat ini belum optimal.

Sementara Pengelola Taman Soekesada Ida Made Alit menjelaskan, diakui dari tahun 2019 hingga tahun 2021, kerjasama antara pihak Puri dan Pemkab, belum ada tandatangan kerjasama, namun pembagian  antar kedua belah pihak  tetap dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan dulu dan pihaknya masih melaksanakan pembagian sesuai dengan kesepakan.

Sementara  pendapatan taman Soekesada  Ujung, Ida Made Alit  menyampikan

“Tahun 2018 jumlah pendapatan sebanyak Rp. 6 miliar, dan tahun 2019 pendapatan tembus Rp. 8 miliar. Namun tahun 2020 dan tahun 2021 akibat terjadi pandemic covid 19, maka pendapatan menjadi turun drastic dan tidak menentu,” ujar Ida Made Alit.

Dalam mendukung operasional di akui telah mengadakan satu unit  sepeda motor, serta dia mengakui telah mengontrak satu unit mobil sebulan 6 juta rupiah, ini adalah untuk mendukung operasional, jelas Ida Made Alit.

Ketua Komisi III, I Wayan Sunarta menyoroti terkait biaya operasional yang cukup tinggi, yakni sekitar Rp. 3 miliar lebih. Dicontohkan pemasukan di tahun 2019 seperti disampaikan pengelola Taman Soekesada yakni Rp. 8 miliar. Dari Rp. 8 miliar, 40 persen untuk puri sehingga puri mendapat Rp. 3,2 miliar sedangkan disetor ke pemerintah Rp. 1,5 miliar. Jadi dana yang dikelola adalah Rp. 3 miliar lebih. “Dengan mengelola dana cukup besar, kami meminta dokumen untuk persiapan,” pinta Sunarta.

Sementara Haji Marjuhin menyoroti jika dalam pengelolaan dengan melakukan kerjasama, apalagi selama tiga tahun kerjasama dengan puri tidak ada, dia menilai adalah cacat hukum, jadi dengan kejadian itu segera dilakukan perbaikan.

Menanggapi penjelasan dari Pengelola Obyek Wisata Taman Soekesada, Ketua DPRD I Wayan Suastika berharap kepada Pengelola Taman Soekesada untuk mempersiapkan data administrasi  pengelolaan serta dokumen lengkap. “Mohon dipersiapkan dokumen yang lengkap dulu, nanti kami secara khusus akan membahas bersama-sama di dewan,” ujar Ketua DPRD I Wayan Suastika. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments