
DTW Penglipuran Resmi Diuji Coba Dibuka
BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Setelalah dilakukan rapat antara pengelola DTW Pengliputan dengan pihak prajuru adat Penglipuran, Rabu (8/9/2021) malam, akhirnya DTW Penglipuran mulai uji coba dibuka mulai Kamis (09/09/2021). Pasca diuji coba, sejumlah wisatawan lokal mulai berkunjung ke objek wisata yang mengandalkan keasrian dan bangunan bangunan trdisonal tersebut.
Ketua Badan Pengeloa DTW Penglipuran I Nengah Moneng saat dikonfirmasi, membenarkan pihak semalam telah menggelar rapat utuk membahas SE Gubernur Bali…., tentang uji coba pembukaan DTW. Dikatakan, rapat tersebut dihadiri pengelola, Bendesa adat dan jajarannya serta Satgas Gotong Royong Desa Adat Penglipuran.
“Hasil rapat, semua pihak sepakat untuk melakukan uji coba pembukaan dtw Pengelipuran sesuai SE. Gubernur Bali,” kata Moneng. Disebutkan, untuk pembukaan dimulai Kamis (9/9) hari ini. Yang mana, sebelum dibuka pihaknya menggelar berbagai persiapan seperti menjaga kebersihan serta mengecek sarana-prasarana prokes. “Selain itu selaku umat hindu dan dresta yang ada di Penglipuran, kami juga menggelar ritual,”ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkan, pihaknya akan memberlakukan secara ketat prokes baik pengunjung maupun pengelola. Karena pihaknya, berharap agar uji coba ini terus berlanjut hingga resmi pembukaan. Karena itu, dalam uji coba ini pihaknya tidak ada kasus lonjakan corona. Karena itu, SE Gubernur Bali akan diberlakukan secara ketat. “Dalam SE itu, kita hanya diijinkan sebanyak 50 persen. Jadi wisatawan yang masuk nanti akan kita atur, termasuk kunjungan ke rumah-rumah penduduk,” bebernya.
Selama uji coba, kata dia, pihaknya juga telah mengadakan koordinasi dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangli. Dari hasil koordinasi itu, pihaknya telah diijinkan untuk mengenakan karcis masuk untuk wisatawan. “Selama uji coba kami diijinkan untuk mengenakan karcis bagi wisatawan,” terangnya.
Disiggung pendapatan yang hilang pasca dilakukan penutupan, jelas dia, cukup besar. Dimana, dia mengaku selama 2 bulan lebih pengelola telah kehilangan banyak pendapatan. Disebutkan, pasca dibuka Januari lalu, rata-rata kunjungan yang masuk mencapai 400 orang per hari, sementara karcis masuk dirata-ratakan Rp 25 ribu. “Rata-rata sebulan kita kehilangan pendapatan Rp. 300 juta,” katanya. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.









Facebook Comments