October 22, 2021
News

Polres Karangasem Gelar Perkara Dugaan Tindak Kekerasan Terhadap Anak

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Polres Karangasem melakukan gelar perkara (Press Rilis) dugaan tindak pidana terhadap anak yang menyebabkan meninggal dunia, bertempat di Aula Diara Berata Rabu, (13/10/2021). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Karangasem AKBP Ricko A. A Taruna didampingi Wakapolres Karangsem, Kompol I Dewa Gede Anom Danujaya dan Kasat Reskrim Aris Setiyanto dan Kabag Humas Polres Karangasem.

Kapolres Karangasem AKBP Ricko A. A Taruna menyampaikan dalam perkara kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di Banjar Babakan, Desa Purwakerta, Kecamatan Abang, bahwasannya berdasarkan laporan dari warga berinisial EP (20 tahun) warga setempat, bahwa telah terjadi kekerasan mengakibatkan meninggal dunia seorang korban anak siswa berinisial KS, (13 tahun)  pada tanggal 21 September 2021 pukul 18.00 wita dan dikubur pada tanggal 23 September 2021. Meninggalnya korban KS yang dilakukan oleh pelaku NK (32 tahun) petani tiada lain adalah ayah korban.

Sesuai hasil pemeriksaan beberapa keterangan saksi, alat bukti dan dikuatkan oleh hasil otopsi  yang dilaksanakan di kuburan, di Desa Adat Linggawana, Desa Kertamandala, Abang, dari tim forensik pada tanggal 5 Oktober 2021 lalu. “Hasil otopsi terlepasnya sendi tulang leher akibat terkena benda tumpul yang menyebabkan kematian korban. Selain itu juga menimbulkan robeknya pembuluh nadi yang berada di saluran penonjolan tulang belakang,” jelas Kapolres.

Mengacu pada hasil pemeriksaan, barang bukti juga keterangan saksi-saksi serta dikuatkan hasil otopsi, akhirnya pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

Motif terjadi pembunuhan karena sebelumnya korban bermain layang-layang dan tidak membantu orang tua menyabit rumput, sehingga pelaku marah dan memukul korban dengan kayu bambu. Dari hasil pemeriksaan yang didapat, bahwa menurut keterangan saksi yang melihat korban yaitu Ibu korban berinisial NS dan adik korban Inisial K.

“Selain dipukul, mulut korban juga sempat dibekap lantaran pelaku tak ingin tagisan anaknya yang sangat keras karena menahan sakit usai dipukul pada bagian lehernya, didengar dan diketahui oleh tetangganya. Kuat kemungkinan korban akhirnya merenggang nyawa lantaran dibekap sehingga tak bisa bernapas,” terang Kapolres Ricko A. A Taruna.

Kapolres juga menyampaikan kejadian perkaranya, awalnya tanggal 21 September 2021 pukul 07.30 wita korban  mengajak kedua adiknya  bermain layang – layang. Sedangkan pelaku (Ayah korban) bersama ibunya pergi menyabit rumput untuk ternaknya. Setelah pelaku pulang melihat korban sedang bermain air, dan tersangka menegurnya sudah selesai main laying-layang dan  korban menyahut sudah karena panas.

Kemudian menurut keterangan saksi yang sedang membuat canang dengan ibunya. Saksi melihat pelaku memukul korban menggunakan pedang mainan dari kayu di bagian kepala dan leher. Tak puas sampai di sana, tersangka kembali mengambil bambu memukul bagian kepala dan leher korban. Setelah mendapat  pukulan korban mengakibatkan korban jatuh di lantai dan korban menderita kejang-kejang. Kemudian ibu dan ayahnya (pelaku) mengakat korban membawa ke kamar. Melihat korban menangis sangat keras, dan agar tangisannya tak diketahui oleh tetangga  kemudian mulut dan hidung korban dibekap oleh pelaku menggunakan baju.

Korban dengan mulut dibekap mengalami kejang-kejang. “Begitu tersangka membuka bekapannya  suara korban sudah  mengecil dan bengek. Melihat kondisi korban, saksi takut dan keluar dari kamar  melanjutkan membuat canang. Demikian juga pelaku dan ibunya ikut meninggalkan korban sendirian di kamar dalam keadaan muntah-muntah, mencret, dan tidak bisa bicara,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 80 ayat ( 4 ) JO.  pasal 76.C  Undang-Undang  Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang – Undang RI  nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Disamping itu karena dilakukan oleh orang tua maka ancaman pidananya ditambah satu pertiga dari 15 tahun menjadi menjadi 20 tahun. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments