April 20, 2026
News

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Buka P VF ke-VIII

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Penglipuran Village Festival ke-VIII secara resmi  dibuka oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, Selasa (7/12/2021).  Acara yang dipusatkan di Bale Adat Penglipuran diahdiri oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan wakil Bupati Bangli I Wayan Diar.

Panitia Penglipuran Village Festival I Nengah Sudibia menyebutkan latar belakang Penglipuran Village Festival yakni untuk melestarikan kearifan lokal. Terbukti dari pelaksanaan Village festival sejak tahun 2013, sanggar mulai hidup dan para generasi muda Pengelipuran mulai mau belajar menari. “Semenjak adanya festival ini kreatifitas  generasi muda mulai bangkit,” katanya.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan adanya festival pihaknya berharap peningkatan jumlah kunjungan dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta peningkatan PAD Kabupaten Bangli. “Kali ini kami mengambil tema Green Destination berbasis CHSE. Tujuannya bahwasanya terkait dengan kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan, itu utama bagi kami. Dalam hal ini, masyarakat dan pengunjung agar tetap menjalankan protokol kesehatan,” terang dia.

Kegiatan festival, diisi berbagai macam lomba dan parade budaya kearifan lokal  Desa Penglipuran di antaranya; parade nilem, ngusaba bantal, ngaturang utpeti, barong ngelawang serta  fragmen tari tentang gugurnya pahlawan Bangli Anak Agung Anom Mudita. “Kami juga menggelar pameran produk UMKM dan pameran bonsai,” akunya.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, Desa Wisata Penglipuran adalah desa wisata terbaik yang ada di Kabupaten Bangli. Berbagai predikat nasional dan internasional sudah diraih oleh Desa Wisata Penglipuran. “Desa Wisata Penglipuran juga menyabet  predikat sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan Sustainable Destination Top 100 versi Green Destination Fondation,” sebut Sedana Arta.

Kata dia, pemilihan  tema “Green Destination Berbasis CHSE” pada festival tahun ini sangat tepat dalam situasi pariwisata di tengah pandemi covid 19, dimana faktor kesehatan dan keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam industri pariwisata. “Penerapan protokol kesehatan dan keamanan yang ketat dalam sebuah destinasi wisata telah menjadi syarat mutlak saat ini,” ujar Bupati Asal Desa Sulahan itu.

Lebih lanjut disebutkan, dirinya sangat mengapresiasi event tahunan ini sebagai ajang untuk mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Bangli.  “Lewat even ini, pihaknya berharap industri pariwisata akan bangkit kembali, sehingga perekonmian masyarakat kembali pulih.

Sementara itu Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Rizki Handayani Mustafa dalam sambutannya mengatakan dimasa pandemi pihaknya tetap mendorong adanya festival-festival masyarakat, tapi dengan tetap menerapkan prokes secara ketat.

“Menyambut baik festival ini dan ini juga untuk membangkitkan semangat masyarakat. Jadi masyarakat bisa beradaptasi dan tetap bisa berinovasi dengan kondisi saat ini,” sebutnya.

Disinggung soal target kunjungan wisman, sebut dia, pihaknya idak menargetkan tingkat kunjungan wisatawan. Namun pihaknya, lebih mengutamakan bagaimana membangkitkan semangat masyarakat dan belajar melaksanakan event kedepan.

“Mengingat diperkirakan dua hingga tiga tahun ke depan, prokes masih harus dilakukan karena ancaman pandemi covid masih ada,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com-Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!