November 4, 2026
News

Jalankan Instruksi Gubernur Terkait Perayaan Tumpek Wayang, Pemkab Karangasem Gelar Mereresik Sampah Plastik Hingga Pameran Hasil Pertanian

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Bupati Karangasem I Gede Dana, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sekda Sedana Merta, Ketua DPRD Kab. Karangasem Wayan Suastika, beserta Jajaran Forkopimda, Kepala OPD Pemkab. Karangasem dengan mengajak perwakilan 10 orang staf melaksanakan kegiatan Sekala Jagat Kerthi, Sabtu (5 /3/2022).

Kegiatan sesuai instruksi Gubernur Nomor 04 Tahun 2022 tanggal 12 Februari 2022 tentang perayaan Tumpek Wayang ini , diisi dengan kegiatan “Mereresik” ( bersih-bersih) Sampah Plastik di Taman Budaya Candra Buwana, telajakan Taman Kota dan Pameran Pertanian Organik yang mengedepankan produk hasil lokal pertanian  yang dipusatkan di Taman Budaya Candra Buana, Kabupaten Karangasem.

“Sesuai instruksi Gubernur Bali, tidak hanya lembaga-lembaga pemerintah, tapi seluruh lembaga  swasta, tradisional dan masyarakat Bali, diharapkan sinerginya secara gotong-royong melaksanakan nilai-nilai adiluhung Jagat Kerthi sesuai tata-titi kehidupan masyarakat Bali,” ujar Bupati Gede Dana usai melaksanakan kegiatan gotong-royong yang dilanjutkan dengan meninjau pameran hasil pertanian organik  dan kerajinan UMKM di areal Taman Budaya Candra Buana, Amlapura.

Bupati Gede Dana mengungkapkan, selain para peserta kegiatan yang ikut serta, masyarakat sekitar yang kebetulan lewat dan sedang berolahraga pun diberikan kesempatan berbelanja di Pameran ini. Harga yang ditawarkan para kelompok tani dan pengerajin juga tergolong lebih murah, karena Pemerintah mengundang kelompok tani dan produsennya langsung untuk menjual hasil produknya.

Para produsen dan kelompok tani yang ikut serta merupakan kelompok yang terhimpun dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesa (HKTI) dan Hïmpunan Wirausaha Karangasem (HIWIKA). Produk yang dipamerkan seperti, Kopi Robusta Arabika produksi kelompok tani Jasri yang telah diproduksi sejak tahun 1985. Produk Gula Semut (Gula Aren Jahe Merah) , Jahe Original, Boreh hasil produksi Produsen dari Desa Selat Amertha Buana. Tambe Sari Minyak Herbal Produksi dari Produsen Desa Pesaban, Kecamatan Rendang. Garam Uyah Areng sebagai sarana upacara Produksi Desa Antiga Kelod, Banjar Yeh Malet. Minyak Voc dari Desa Selumbung, dan hasil produksi lainnya dari Sorum di Rumah Kreatif  Jasri.

Untuk hasil pertanian organik lainnya, tampak pula keikutsertaan Kelompok Tani Satya Loka Parama Sidhi dari Banjar Belatung Desa Menanga, Kecamatan Rendang pengelola Pupuk Organik dengan produk unggulan sayur mayur seperti buncis, timun, cabai dan tomat serta produksi jeruk siam, jeruk keprok, salak Bali dan salak gula. Kelompok Tani ini juga memproduksi Madu kele yang dilabel dengan nama Madu Klenceng. Ada juga hasil pemintalan kapas dan benang , produksi Petani Loka Amertha Beluu, Desa Tulamben. Untuk Kelompok Wanita Tani, ikut serta KWT Putri Mandiri dari Kecamatan Selat, dengan produk unggulan olahan salak (pia salak , kurma salak) olahan dari ubi, serta Pelaku usaha kacang saur Desa Seraya, Kemala Butik dan Arix Songket Sidemen perwakilan pelaku usaha tenun endek dan geringsing, dan lain-lain.

Tak hanya para kelompok tani, komoditas dari Bulog Kantor Wilayah Bali pun tampak ikut meramaikan kegiatan. Misalnya, gula dan beras yang laris diborong konsumen. Tak kalah dengan minyak goreng yang sempat mengalami kenaikan harga hingga Rp. 40 Ribu per 2 liter, dijual di lokasi pameran dengan harga normal Rp. 28 ribu per 2 liternya, juga ludes. *** Cahayamasnews.com-Hms-Tim=01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!