November 5, 2026
News

Bhakti Pepranian di Pura Tuluk Biyu Batur Sebelum Ida Bhatara Mesineb

BANGLI (CAHAYAMAS.COM). Areal Utama Mandala Pura Tuluk Biyu Batur dipadati pemedek untuk mengikuti acara bakti pepranian. Acara ini merupakanrangkaian dari karya pujawali ngusaba Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur yang diempon 3 Desa Dinas yaitu Desa Batur Selatan, Batur Tengah, Batur Utara menjadi satu Desa Adat Batur yang dimulai Puncak 10–18 Oktober 2022.

Acara yang dilaksanakan di pelataran Utama Mandala diawali laporan Ketua Panitia kemudian dilanjutkan menyampaikan sejarah Pura Tuluk Biyu Batur kemudian Tarian Baris Peperangan dan Metiti Suara. Menurut Dane Jro Penyarikan didampingi Dane Jro Kelodan dan Dane Jro Kaleran, Selasa (18/10/2022) mengungkapkan hari ini dilaksanakan beberapa upacara, meliputi Bakti Pepranian, Nuwek Bagia Pule Kerti, Bakti Metetingkeb, Mendem Bagia Pule Kerti dan Ida Betara Ngeluhur/Mesibeb.

Lebih lanjut dijelaskan, bhakti papranian ini bertujuan sebagai bentuk ucapan terima-kasih kehadapan Ida Bhatara-Bhatari yang berada di lingkungan Pura Tuluk Biyu Batur. Selain itu, upacara ini juga dimaksudkan untuk memohon pengampunan terkait dengan kekurangan-kekurangan yang ada dalam pelaksanaan upacara karya Ngusabha Kapat ini juga memohon agar diberikan kemakmuran bagi seluruh umat Hindu di seluruh jagat raya ini.

Dijelaskan pula, sebelum pelasanaan bhakti pepranian dilaksanakan Tari Baris Gede (Tari Peperangan), yang maknanya perang melawan kebodohan, kelaparan, kesengsaraan, kemelaratan, tarian ini uniknya setelah bertanding menggunakan tombak kemudian saye (juri-red) sudah menyediakan makanan untuk dimakan bersama berarti sudah berakhirnya peperangan, kemudian dilakukan acara Titi (jalan) Suara.   Adanya upacara ini, khususnya masyarakat Hindu mampu menciptakan kehidupan yang paras paros segilik selulung subayantaka.

Adapun kata-kata yang diucapkan oleh seorang tetua yakni ‘Baas barak baas putih, sane daak dados sugih. Mula kliki, mula biyu di belancan, mula akidik mupu liyu sekancan, Jro Krama Desa sampunan mangkin kria upaya lan daya upayene anggen ngerereh pengupa jiwa’. Artinya, semoga apa yang dilakukan atau dikerjakan mendapat keberhasilan dan kemakmuran.

“Semua yang kami laksanakan hari ini sebagai salah satu ucapan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dilanjutkan dengan bakti petangi yang bermakna membangunkan kembali agar tumbuh-tumbuhan Karya Pengurip Pala Bungkah Pala Gantung dilanjutkan melaksanakan megibung yang bermakna agar masyarakat Hindu mampu menciptakan kehidupan yang paras paros rasa persaudaraan segilik selulung subayantaka,” ucapnya. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!