November 5, 2026
News

Bupati Sedana Arta Diundang Sebagai Narasumber FGD di Mabes TNI AD Jakarta

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, , hadir sebagai narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema ” Peran TNI AD Dalam Membantu Pemerintah Daerah Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Daerah Tertinggal”.Acara yang diselenggarakan oleh Staf Ahli Kasad Bidang Ekkudag, bertempat di Aula A.H. Nasution Markas Besar TNI AD Jakarta( Rabu 30/11/2022).

Bupati Sedana Arta didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika, Dandim 1626/Bangli Letkol Arh Sutrisno, S.Sos. Turut hadir dalam FGD tersebut, Irjenad, Pangdam II/ Sriwijaya, Para Pa Sahli TK. III Kasad,        Para Pa Sahli TK. II Kasad, Bupati Musi Rawas Utara, Koordinator Staf Ahli Kasad, Letnan Jendral TNI Afini Boer dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang yang pembangunannya terus mengalami perkembangan yang diwujudkan dalam pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dimana terdapat banyak hambatan dan tantangan dalam pelaksanaannya yang datang dari berbagai aspek.

“Salah satu hambatannya adalah kebijakan pembangunan Indonesia yang selama ini berorientasi pada pembangunan yang bertumpu pada daerah tertentu dalam hal ini Jawa-sentris. Pembangunan dalam bidang apapun, pada hakikatnya menghendaki terjadinya keseimbangan yang tercermin dalam konsep pemerataan pembangunan yang berimbang di daerah,” ujarnya.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, menyebutkan bahwa Desa Tertinggal adalah kondisi daerah Kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan daerah lainnya dalam skala nasional. Berdasarkan data yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, sejumlah 62 Kabupaten di Indonesia termasuk ke dalam daerah tertinggal.

Dalam konteks desa, pemerintah mendorong setiap daerah tertinggal untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah dan produk unggulan desa dan kawasan pedesaan. Hal ini penting mengingat banyaknya potensi sumber daya alam, baik pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, pariwisata, maupun sumber daya mineral yang tersebar di 62 daerah tertinggal. Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendukung RPJMN 2020-2024, maka disusun prioritas kebijakan nasional yaitu pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Kementerian PPN/ Bappenas telah melakukan mainstreaming 62 daerah tertinggal sebagai lokasi prioritas daerah afirmasi.

Berbagai program pembangunan yang dibiayai dari skema anggaran kementerian/lembaga maupun dari skema Dana Alokasi Khusus (DAK) diarahkan untuk fokus memprioritaskan daerah afirmasi sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan 62 daerah tertinggal. Wilayah tertinggal pada umumnya mempunyai kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksebilitas dan karakteristik daerah dengan letak geografisnya yang relatif terpencil, miskin sumber daya alam, atau rawan bencana alam.

Wilayah tertinggal berada di wilayah pedesaan yang mempunyai keterbatasan seperti keterbatasan sumber daya alam, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan aksesibilitas ke pusat-pusat pemukiman lainnya.  Hal tersebut menyebabkan kemiskinan serta kondisinya relatif tertinggal dari pedesaan lainnya dalam menerima dan memanfaatkan hasil pembangunan dan perkembangan peradaban. Melihat berbagai permasalahan yang ada di daerah tertinggal maka perlu adanya penanganan secara bersama oleh instansi terkait baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengembangkan dan memberdayakan daerah tertinggal.

Pihaknya berharap peserta agar fokus dalam diskusi tersebut pada upaya yang bisa dilakukan sehingga konsep Peran TNI AD Dalam Membantu Pemerintah Daerah Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Daerah Tertinggal bisa terwujud. Melaksanakan diskusi dengan selalu berpedoman kepada prinsip musyawarah dan mufakat untuk menemukan solusi terbaik, serta tetap memperhatikan etika dan tata krama yang baik, sehingga komunikasi dapat berjalan lancar dan menghasilkan poin-poin penting sebagai bahan kajian.

Semua peserta diharapkan ikut terlibat aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif, agar bisa menjadi bahan yang bermanfaat dalam pembuatan kajian dan Kepada Tim Pokja agar memanfaatkan kegiatan ini sebagai media untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya kepada narasumber, agar produk kajian yang dihasilkan berkualitas dan memberikan keyakinan yang besar kepada pimpinan dalam mengambil keputusan.

Bersama empat narasumber lainnya. Bupati Bangli memaparkan perkembangan pembangunan sekaligus giat pembangunan ke depan yang masih akan dilakukan, termasuk memberikan perhatian lebih kepada desa miskin dan tertinggal di Bangli, serta siap selalu bersinergi dengan Kodim /1626 Bangli.

Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang tidak memiliki garis pantai, namun memiliki gunung dan Danau Batur sebagai sumber air yang mampu mengaliri hampir semua kabupaten di Bali, sehingga Bangli sering disebut sebagai sarining Padma Bhuana Bali. Bangli juga memiliki potensi alam yang luar biasa, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian dan pariwisata Bidang pertanian memiliki beberapa produk unggulan seperti jeruk dan kopi Kintamani.

Di bidang pariwisata dengan pemandangam gunung dan Danau Batur, saat ini mulai bermunculan beberapa cofee shoop di area tersebut. Melalui pemanfaatan sumberdaya alam tersebut PAD Kabupaten Bangli dapat ditingkatkan, dimana saat ini PAD Kabupaten Bangli paling kecil dibandingkan Kabupaten lain yang ada di Bali. Dalam kesempatan tersebut Sedana Arta mengucapkan terimakasih kepada TNI, dimana Pemerintah Bangli bersama Kodim /1626 Bangli selalu bersinergi dalam menjaga keamanan, di masa pandemi Covid- 19, kenyamanan kawasan pariwisata

“Melalui Forum Group Discussion ini kami berharap, sinergitas antara Pemerintah Daerah dan TNI selalu bisa dijaga dalam memberi pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir acara FGD Bupati Sedana Arta berkesempatan bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E.,M.M., Sedana Arta mengucapkan terima-kasih atas waktu yang telah diberikan untuk menjadi narasumber dalam FGD tersebut. Ia berharap, untuk kedepannya Pemerintah Pusat agar selalu mendukung serta membantu keberlangsungan pembangunan-pembangunan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bangli demi terwujudnya visi “Nangun Sat Kerti Loka Bali di Kabupaten Bangli Menuju Bangli Era Baru. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!