News

UPACARA PITRA YADNYA (NGABEN/NGERORAS) DADIA ARYA SUKAHET ANGANTELU. Meajar-ajar dan Nyineb Bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-78

 

Bertepatan seluruh bangsa Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-78 tahun 2023, semeton Dadia Arya Sukahet Angantelu, Desa Angantelu, Kecamatan Manggis, Karangasem, rahine Wraspati Kliwon Langkir, Kamis (17/8/2023) pagi-sore juga gelar upacara Dewa Yadnya, Meajar-ajar Nyineb dan Ngeluhurang Betara Tirta di dua tempat, Pura Paibon Arya Sukahet Angantelu dan Pura Batu Belah di desa setempat.

Upacara meajar-ajar dan penyineban dipuput dua orang sulinggih Ciwa-Budha masing-masing  Ida Pedanda  Gede Wayan Datah dari Geria Pekarangan Dwi Manggis Sara, Desa Budakeling, Kecamatan Bebendem, Karangasem, dan Ida Pedanda Gede Putra Tamu dari Geria Jungutan Banjar Beji, Desa Bungaya Kecamatan Bebandem, Karangasem. Upacara tersebut rangkaian terakhir dari upacara Pitra Yadnya (Ngaben/Ngeroras) Manusia Yandya dan Dewa Yadnya (Ngenteg Linggih).

Seluruh rangkaian upacara telah diawali sejak Nyukat Genah Nancebang Warung (Nuasen) pada rahine Anggara Pon Menail, Selasa (28/3/2023) lalu. Menurut Manggala Karya, Jero Mangku I Nengah Getar, ditemui di pura setempat, Kamis, (17/8/23), jumlah Pitra yang diupacarai/pengabenan berjumlah 42 sawa sedangkan upacara ngeroras berjumlah 48 pitara.

Selain upacara Pitra Yadnya juga dilaksanakan upacara Manusia Yadnya  dipusatkan di tempat upacara/pinyadnyan Banjar Bengkel

Desa Adat setempat meliputi metatah 114 orang peserta, Telu bulan 60 orang peserta dan Mepemayuh 37 orang. Lanjut dikatakan Jero Mangku I Nengah Getar yang juga Keliang Dadia Arya Sukahet Angantelu, prosesi rangkaian upacara telah dilaksanakan sejak Nyukat Genah Nancebang Warung (Nuasen) pada rahine Anggara Pon Menail, Selasa (28/3/2023) yang dipuput/dipimpin oleh Ida Wayan Jelantik Oyo dari Geria Budakeling (saat itu beliau masih walaka belum medwi jati/belum sulinggih).

Lanjut  pada rahine Wrespati Umanis Gumbreg, Kamis (29/6/2023) dilaksanakan ngebet sawa di setra desa adat Angantelu. Ngaskara, Narpana, Meras Cucu. Sukra  paing gumbreg, (30/6/2023) digelar upacara Ngening maktiang di kahyangan tiga. Sedangkan keesokan harinya di gelar puncak acara Ngaben pada rahine Saniscara Pon Gumbreg, Sabtu (1/7/2023) di setra Desa Adat Angantelu, Kecamatan Manggis, Karangasem. Lanjut pada Rahine Buda Wage Warigadean (12/7/2023) dilaksanakan upacara ngeroras, metelubulan, dan pemayuhan.  Sehari sebelum acara ngeroras Anggara Pon Warigadean (11/7/2023) telah dilaksakan upacara mepandes (potong gigi).

Upacara Ngenteg Linggih pelaksanaan dipusatkan di Pura Dadia setempat, Soma Paing Langkir, (14/8/2023) sebagai tindak lanjut rangkaian dengan dudonan (jadwal) upacara Pitra/Manusia Yadnya (Ngaben/Ngeroras) yang digelar sebelumnya oleh dadia tersebut sejak Nyukat Genah Nancebang Warung (Nuasen) pada rahine Anggara Pon Menail, Selasa (28/3/2023) lalu. Upacara Ngenteg Linggih dipuput Ida Pedanda Gede Wayan Datah. Pendukung upacara digelar sesolahan seni rejang dewa, baris tombak, wayang dan topeng sidakarya. Dihadiri ratusan umat krama dadia dari berbagai wilayah di Bali dan Lombok.

Manggala karya yang juga Keliang Dadia Arya Sukahet Angantelu, Jero Mangku I Nengah Getar, mengatakan, pitara yang telah melalui proses upacara ngaben dan ngeroras akan dilinggihkan (berstana) sebagai Dewa Hyang di Pura Dadia Arya Sukahet setempat. Setelah seluruh rangkaian upacara penyineban selesai saat itu langsung dilanjutkan krama dadia khususnya anak-anak merayakan peringatan HUT Kemerdekan RI ke-78 di jaba pura setempat melalui gelaran hiburan berbagai lomba berhadiah meliputi makan kerupuk, menjunjung bakul di atas kepala, mancing botol, bawa klereng di sendok, dan tangkap hewan bebek. *** Cahayamasnews.com = Penulis, Komang Pasek Antara.

Facebook Comments