News

Bupati Bangli Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Bendesa Adat

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri sekaligus membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Bendesa Adat/dalam sebutan lain yang bertempat di Ruang Rapat BMB Kantor Bupati Bangli pada Selasa, (29/08/2023). Turut hadir Anggota Forkompimda Kahupaten Bangli, Dirut Bank BPD Bali, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangli, Ketua PHDI Kabupaten Bangli, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangli, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Bangli, Manggala Pasikian Pecalang, Yowana dan PAKIS MDA Bangli, Prajuru Triangga Kecamatan se-Bangli, Perbekel se-Kabupaten Bangli.  

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutannya baru pertama ini semenjak memimpin Bangli dapat bertemu dengan para garda terdepan dalam penguatan adat dan budaya di Bangli. Berbagai masalah adat akan dibahas dalam acara ini. Bupati mengharapkan kondusifitas yang selama ini tetap dijaga, soliditas yang sudah terbangun. Dilanjutkan dengan sedikit paparkan tentang Bangli.

“Bangli merupakan cikal bakal peradaban Bali. Itu bisa dilihat dari adanya Danau Batur dan Gunung Batur, dimana Gunung dan Danau tersebut kita yakini sebagai simbol Purusa dan Predana dalam Agama Hindu yang menciptakan kehidupan di Pulau Bali ini,” ujarnya.

Sementara itu, di sekeliling Danau dan Gunung terdapat desa-desa tua yang sampai saat ini mempunyai keunikan dan nilai-nilai kearifan lokal yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pusat Alkulturasi Budaya juga ada di Kabupaten Bangli, itu terbukti dengan adanya bukti-bukti artefak dan lontar-lontar tua. Terutama lontar yang ada di Sukawana sebagai Lontar tertua yang diyakini berumur 800 Tahun.

Dan benteng terakhir dari peradaban Bali terutama dari sisi adat dan kebudayaan ada di Desa Adat. Maka dari itu penguatan-penguatan sumber daya manusianya harus terus diasah dan dikomunikasikan antara satu dengan yang lainnya. Sedana Arta juga menekankan jika ada yang mau menjual tanah, agar menjualnya kepada sesama warga yang ada di tempat tinggalnya sendiri atau paling tidak masih warga Bali, agar Adat dan Budaya yang ada di kawasan tersebut bisa terjaga dengan baik.

Sementara itu Bendesa Madya MDA Kabupaten Bangli I Ketut Kayana menyatakan, tugas-tugas dari Desa Adat di Kabupaten Bangli sudah berjalan dengan baik. Meskipun ada permasalahan-permasalahan di intern adat, terutama masalah tanah desa adat yang menjadi permasalahan paling sulit, namun sudah bisa diselesaikan melalui forum adat. Dan yang paling utama saat ini pihaknya juga tengah berupaya agar masyarakat lebih paham terhadap dasar hukum tentang tanah desa adat.

“Kami sangat senang dan merasa nyaman dalam melaksanakan tugas ini berkat dukungan dari TNI dan Polri,” ujarnya seraya menambahkan, terkait dengan hukum adat dan hukum negara, Ketut Kayana meminta agar masyarakat mampu membedakan yang mana hukum Adat dan yang mana hukum Negara. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments