Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“SIFAT ABADI PENGHUNI MANUSIA”.  (Dipetik dari Bjagawadgita., XIV, 4-10 (Tiga Sifat Alami Material).

Oleh:  I Ketut Murdana (Jumat:  15 September 2023).

BADUNG (CAHAYAMASNEWS.COM). Tuhan bersabda dalam wujud Saguna, sifat Kuasa yang mempribadi, menjadi Awatara Sri Krishna. Menuntun dan mengalirkan pengetahuan suci yang amat tinggi kepada umat manusia pilihan yang “dikendaki-Nya”. Siap memperjuangkan penegakan dharma di bumi.  Agar menjadi “pilihan” yang benar-benar berjuang menegakkan keadilan dharma, Sri Krishna menuntun dan membuka lapisan-lapisan rahasia kehidupan hingga menjadi terang benerang, bebas dari keragu-raguan.

Melalui penegasan tentang kelahiran, bahwa Mahabrahma adalah garbha aslinya dan Tuhanlah (Sang Hyang Widhi Wasa) adalah Pencipta-Nya. Sabda ini menegaskan dan menempatkan semua makhluk bersumber dari Yang Tunggal dan alam ini tempat untuk hidup bersama, terpelihara oleh anugrah Kasih-Nya. Mengenal dan merasakan kebenaran ini bersifat universal dan substasial (terbatas yang dibatasi keterbatasan natural). Maka diturunkan juga pengetahuan filosifis (tattwa) yang mendidik umat manusia agar sadar persaudaraan (toleransi).

Untuk menjawab kebenaran hidup bertoleransi dalam arti luas, patut disadari melalui edukasi sifat-sifat yang menjadi penghuni abadi dalam badan yaitu: Triguna: Satwa, Rajas dan Tamas. Satwa: adalah kebaikan nan suci nirmala. Keadaannya menyebabkan cahaya kesehatan, bebas dari keburukan, mendorong ikatan keteraturan suci mencapai kebahagiaan, berpengetahuan suci.

Rajas: adalah alamnya napsu yang tumbuh dari rasa haus akan keterikatan diri, mengikatkan jiwa pada kecendrungan pekerjaan.

Tamas: lahir dari kebodohan dan membohongi segala makhluk, sifatnya mengikat dengan kelelaian, kemalasan dan ketiduran.

Apabila salah satunya berkuasa, maka kedua sifat lainnya dikuasai. Ketiga sifat ini selalu ada dalam diri manusia dengan perbandingan yang berbeda-beda. Dan bila Tamas berkuasa maka kebijaksaan diri akan tertutup yang menyebabkan kelahiran kembali.

Oleh karena itu sesuai wejangan suci-Nya, apabila sinar cahaya pengetahuan suci mengalir melewati pintu-pintu kesadaran rohani yaitu tersucikannya indriya-indriya menjadi Dura Srawanam (kemampuan mendengar yang jauh), Dura Dharsanam (kemampuan menyaksikan sesuatu yang amat rahasia) dan Duratmaka (kemampuan membedakan kesejatian dan ketidak sejatian). Artinya semua unsur indrawi memperoleh berkat penyucian oleh Yang Kuasa, hingga misteri kesemestaan terbuka menjadi pengetahuan suci yang berguna untuk kecemerlangan dan kesadaran manusia hidup dalam kehidupan ini.

Upaya-upaya terus menerus memahami untaian mutiari kasih suci-Nya, adalah resapan melalui alur narasi puja dan bhakti kepada-Nya, merefleksikan pengetahuan hidup dalam kehidupan mencapai kebebasan abadi.

Betapa Mulia-Nya kasih itu dialirkan untuk mengedukasi umatnya agar berada pada kesadaran dirinya, membebaskan ikatan hidup di dunia pana ini.

Oleh karena itu memuliakan berkat pengetahuan, saling menghormati sesama adalah perwujudan dari anugrah kemulian dari Yang Maha Mulia. *** Semoga Menjadi Renungan yang Cerdas dan Arif Bijaksana, Rahayu.

Facebook Comments