
Kantor Desa Selat Diresmikan, Bupati Buleleng Harap Mampu Jadi Pusat Pelayanan Publik yang Representatif
BULELENG (CAHAYAMASNEWS.COM)=Bertepatan pada rahina Wrespati Pon, Wuku Landep, Sasih Ketiga (Kamis, 18/9/2025) Kantor Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng diresmikan oleh Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., ditandai dengan pengguntingan pita. Bupati Buleleng berpesan kepada seluruh perangkat Desa Selat, dengan kantor yang baru ini, harus juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik serta mampu menjadikannya sebagai pusat pelayanan publik yang representatif dan nyaman bagi masyarakat.

Pemerintah Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, resmi menempati gedung kantor baru yang megah dan representatif. Bangunan yang berdiri kokoh tersebut didesain berkonsep Filosofi Purusa-Pradana, yang diintegrasikan dalam bangunan satu pintu dan atau dalam satu kesatuan bangunan yang melayani kepentingan bersama antara masyarakat adat dan pemerintah dinas. Konsep ini dapat diartikan sebagai penyatuan prinsip Maskulin (Purusa) yang melambangkan pemikiran rasional, kepemimpinan, dan tujuan, serta lebih kepada pelayanan dalam aspek Sekala (administratif). Sedangkan prinsip Feminin (Pradana) melambangkan aspek kelembutan, keharmonisan, dan penerimaan, dan lebih kepada pelayanan dalam aspek Niskala (adat tradisi, seni, dan budaya). Bangunan satu pintu ini diharapkan akan mampu mewujudkan harmoni antara nilai-nilai tradisional (adat) dan modern (dinas) dalam penyelenggaraan pemerintahan, dimana kedua prinsip ini diharapkan mampu berjalan beriringan, dan saling melengkapi untuk mencapai kebahagiaan, kenyamanan, kedamaian, dan kekompakan serta tetap terpeliharanya persatuan dan kesatuan masyarakat di Desa Selat ini.
Peresmian kantor desa ini dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu secara niskala dan sekala. Secara niskala, dilaksanakan upacara yadnya berupa melaspas, mecaru, lan memangguh, yang dipuput oleh Jro Mangku Desa setempat. Sementara secara sekala ditandai dengan pengguntingan pita langsung oleh Bupati Buleleng. Dengan digelarnya upacara peresmian secara sekala-niskala tersebut, maka kantor desa yang tampak berdiri kokoh dengan desain megah dan elegan itu, dinyatakan sudah sah untuk dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan masyarakat, baik dalam aspek pemerintahan dinas maupun adat. Dengan telah diresmikannya kantor desa baru ini secara sekala-niskala, diharapkan mampu menjadi contoh nyata kemajuan desa berbasis partisipasi masyarakat dan kolaborasi antarlembaga, serta diharapkan mampu memberikan manfaat dan kemajuan Desa Selat ke arah yang lebih baik, maju, dan sejahtera.
Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan kantor desa dua lantai yang dinilai menjadi simbol kemajuan, kebersamaan, dan semangat gotong-royong masyarakat. Bupati yang dikenal Low Profile ini berharap, keberadaan gedung baru ini dapat mendorong peningkatan kinerja aparat desa yang semakin solid dan berkualitas, dan sekaligus mampu menjadi pendorong meningkatnya kualitas pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakatnya.

“Kantor desa ini harus menjadi pusat pelayanan publik yang representatif. Saya harap dengan fasilitas yang lebih baik, juga diimbangi dengan kinerja perangkat desa yang semakin meningkat, serta pelayanan kepada masyarakat lebih cepat, nyaman, tulus, dan lurus,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Nyoman Sutjidra juga mengajak perangkat desa, untuk menata lingkungan kantor agar terlihat semakin asri, sejuk, dan ramah bagi masyarakat. Pada kesempatan itu Bupati Nyoman Sutjidra tak lupa mengingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan cara mengelola sampah berbasis sumber, sesuai arahan Gubernur Bali. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian serta keindahan lingkungan juga merupakan salah satu Yadnya yang bernilai tinggi. Juga tak lupa mengingatkan kepada aparat desa, untuk senantiasa berhati-hati dan bijak dalam menggunakan Media Sosial (Medsos).

Bupati Nyoman Sutjidra juga menaruh harapan kepada Sekaa Gong Wanita Desa Selat, agar bisa tampil di sejumlah even-even penting, baik di kabupaten maupun di provinsi, semisal menjadi duta Kabupaten Buleleng dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) yang merupakan agenda tahunan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Untuk itu diminta untuk terus mengasah dan meningkatkan kualitas kemampuannya.
“Untuk memberikan kesan menarik, maka penting dilakukan penataan halaman kantor, melengkapi dengan taman, sehingga terlihat lebih estetik, asri, dan hijau. Sehingga masyarakat yang datang merasa nyaman untuk mendapatkan pelayanan. Dalam bidang pelayanan, harus dibarengi dengan pelayanan yang penuh keramahan, dan rasa kekeluargaan, sehingga masyarakat akan semakin bersimpati,” imbuhnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Selat, Putu Mara, dalam laporannya menyampaikan, bahwa pembangunan gedung kantor desa ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun lembaga desa. Dana pembangunan berasal dari berbagai sumber dana di antaranya; dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Buleleng, dari bagi hasil BUMDes Pandan Arum, dan bersumber dari bagi Hasil Pajak (BHP), serta sumber lainnya.
Yang menjadi nilai lebih, bahwa proses pengerjaan fisik dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat di bawah koordinasi panitia pembangunan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Ini bukan hanya bangunan fisik, tapi simbol partisipasi dan kebersamaan masyarakat. Sebenarnya pembangunan kantor desa ini sudah direncanakan sejak kali pertama dipercaya memimpin desa ini. Kami sangat bersyukur akhirnya bisa terwujud menghadirkan gedung yang representatif untuk pelayanan masyarakat secara dinas dan adat,” ujar Putu Mara seraya menambahkan, bahwa keberadaan gedung baru ini akan sangat mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pelayanan administrasi, pengelolaan pembangunan desa, hingga pelestarian adat, tradisi, dan budaya lokal.
Siap Jadi Desa Percontohan Pelayanan Publik yang Berkualitas
Kantor baru ini dirancang dengan pembagian fungsi yang jelas. Dimana untuk di lantai satu difungsikan untuk pelayanan pemerintahan dinas (administratif), seperti ruang kerja kepala desa dan staf. Sementara di lantai dua digunakan sebagai aula rapat dan kantor perangkat adat seperti Kelian Desa, Penyarikan, dan lainnya. Penyatuan dinas dan adat dalam satu gedung mencerminkan semangat sinergi dalam tata kelola pemerintahan desa yang solid.
Menanggapi arahan Bupati untuk melengkapi halaman dengan taman hijau, agar terlihat lebih estetik, asri, dan nyaman, Perbekel Putu Mara menyatakan telah merencanakan penataan halaman kantor desa tersebut pada tahun anggaran 2026. Penataan tersebut meliputi pembangunan taman hijau, serta elemen arsitektural seperti candi bentar dan pintu masuk agar semakin memperkuat wibawa dan identitas Desa Selat.

“Kami berkomitmen menjadikan kantor ini sebagai tempat pelayanan yang humanis dan berkualitas. Generasi berikutnya tinggal melanjutkan pemeliharaan dan peningkatan. Dengan hadirnya gedung kantor desa yang baru, Desa Selat menegaskan kesiapan untuk melangkah menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutupnya. @@@ CMN///Tim=Andi.










Facebook Comments