
Pemkab Bangli Gelar Upacara Nangluk Merana Yasa Kerthi Kerta Bhumi di Catus Pata Bangli
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Upacara Nangluk Merana biasanya dilaksanakan pada Sasih Kanem oleh umat Hindu di Bali. Kenapa pada sasih kanem? Secara faktual, Sasih Kanem merupakan musim pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hujan yang turun pada Sasih Kanem lebih lebat daripada hujan saat Sasih Kalima. Musim pancaroba tentu saja berdampak pada kondisi alam dan merebaknya aneka penyakit atau pun hama. Sehingga dengan adanya Upacara Nangluk Merana inilah diharapkan dapat memberikan keselamatan lahir dan batin. Upacara tersebut dihadiri oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta beserta Ibu, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar beserta Ibu, Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika dan Pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Bangli. Sabtu, (4/12/2021) .
Upacara tersebut juga bertujuan untuk menetralisir aura negatif memasuki Sasih Kanem atau yang sering disebut musim pancaroba, Pemerintah Kabupaten Bangli, melaksanakan Upacara Nangluk Merana Yasa Kerthi Kerta Bhumi yang dilaksanakan di catus pata Kabupaten Bangli. Upacara ini digelar setiap tahun sekali bertepatan dengan Tilem Sasih Kanem. Upacara nangluk merana ini dipuput oleh Ida pedanda Istri Rai dari Geriya Manggis Kusuma Jati Brahmana Bukit Bangli.
Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Bangli, Jro Penyarikan A. Widata, mengatakan, upacara nangluk merana dilaksanakan guna memohon kerahayuan dan keselamatan jagat dan seisinya agar dijauhkan dari hal-hal yang bersifat negatif.
Termasuk dijauhkan dari bencana alam, terbebas dari gangguan hama dan lainnya. Virus- virus maupun penyakit lainnya agar kembali ke alamnya dan sirna. Lebih lanjut dijelaskan, upacara ini sekaligus memohon kesuburan sarwamaurip dan sarwatinandur. “Mangda prasida nadi lan mawiguna bagi umat manusia. Ini juga untuk harmonisasi buana agung dan buana alit secara niskala dan menetralisir kekuatan negatif, sehingga umat manusia dapat hidup harmonis dengan sesamanya, alam beserta isinya dalam keadaan sehat jasmani, rohani,” pungkasnya.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, musim pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke penghujan, umumnya identik dengan penyakit dan hal-hal negatif lainnya. Banyak orang mudah sakit dan emosi dengan keadaan cuaca yang berubah-ubah, karena pengaruh energi negatif antara makrokosmos (alam Semesta) dan mikrokosmos (manusia) yang saling mempengaruhi.
“Oleh karenannya melalui bakti nangluk merana ini, diharapkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan keselamatan kepada semua mahluk dan dijauhkan dari energi negatif. Melalui bakti ini tentu kita mendoakan agar alam semerta beserta isinya selalu diberikan perlindungan oleh Ida Sang Hyang Widi wasa,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com-Tim=NT









Facebook Comments