November 8, 2026
News

Bentuk Kepala OPD Berintegritas, Bupati Gede Dana Buka Sosialisasi Sistem Merit dan Seleksi Terbuka  JPT Pratama di Karangasem

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Kepala Organisasi Pimpinan Daerah diharapkan dapat mengikuti dengan serius kegiatan  sosialisasi sistem Merit dan pelaksanaan  seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Senin (25/7/2022) bertempat di Puri Bagus Candidasa.

Hal ini disampaikan Bupati Gede Dana saat membuka kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, Kepala OPD juga diharapkan dapat menumbuhkan aparatur yang profesional dan berintegritas.

“Saya menginginkan seseorang yang mempunyai inovasi yang baik dan bermanfaat bagi Kabupaten Karangasem. Saya selaku Bupati sangat berkepentingan dengan hal tersebut,” ujarnya.

Bupati juga menjelaskan, Merit sistem atau sistem Merit merupakan salah satu sistem dalam manajemen sumber daya manusia yang menjadikan kualifikasi, kompetensi dan kinerja sebagai pertimbangan utama dalam proses perencanaan, perekrutan, penggajian, pengembangan, promosi, retensi, disiplin dan pensiun pegawai. Mulanya, merit sistem banyak diterapkan di organisasi sektor swasta, yang kemudian belakangan mulai berkembang dan diadaptasi juga oleh sektor publik.

Di Indonesia, Merit sistem secara legal formal diberlakukan pada tahun 2014 melalui Undang-Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam UU tersebut dinyatakan, bahwa kebijakan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja yang diberlakukan secara adil dan wajar tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan (tanpa diskriminasi).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi ASN RI Tasdik Kinanto, SH., M.Hum., selaku narasumber dalam kesempatan tersebut mengatakan, ujung dari keberhasilan Pemerintah adalah seberapa jauh Pemerintah ini mampu memberikan pelayanan publik pada masyarakat. Menurutnya, apapun yang dibenahi dalam pemerintah, kalau masyarakat masih merasa sulit dan tidak terlayani,  hal tersebut sama dengan tidak berguna.

Dikatakan, salah satu aspek birokrasi yang harus dikelola adalah sistem menegemen aparatur sipil negara. Karena ASN adalah selaku pengawas. “Oleh karena itu kita harus merubah dari birokrasi sistem manegemen yang tertutup menjadi sistem yang terbuka dan transparan,” imbuhnya.

Dengan sistem Merit yang disosialisasikan, diharapkan dapat menjawab tantangan birokrasi salah satunya dalam hal managemen ASN yang masih kurang baik. Kemudian masalah distribusi ASN kurang merata serta masih sering adanya intervensi politik tetutama di musim pilkada.

“Bahkan, masih ada transaksi-transaksi jual beli jabatan. Kami sudah memberi peringatan, kami sudah bekerjasama dengan KPK terkait hal tersebut. Yang menjadi tantangan adalah berkembangnya radiklisme dan anti Pancasila. Ini kalau dibiarkan akan sangat berbahaya,” lanjutnya.

Untuk itu sangat penting saat ini sebagai Pimpinan Pratama harus menunjukan kepemimpinan yang baik, jangan diam, jangan malas, sesuaikan gerak kerja dengan pimpinan. Karena Para ASN harus dan wajib mendukung visi misi pimpinan.

“Para ASN tidak boleh bermain politik, para ASN harus tegak lurus, jangan main main dengan politik praktis.  Teruslah memberikan kontribusi yang maksimal dimana kita bekerja. Masalah jabatan serahkan pada yang menentukan dan percayalah kalau rejeki tidak ke mana,” tutupnya.

Acara sosialisasi seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini selain dihadiri Wakil Ketua Komisi ASN RI Tasdik Kinanto, SH., M.Hum selaku Narasumber. Hadir pula Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta dan seluruh Kepala OPD di Lingkungan Sekretariat Kabupaten Karangasem. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!