
Sukses Program “Peduli Banjar” Ringankan Beban Krama, I Made Arnawa Kembali Terpilih Jabatan Keliang Banjar Adat Wiryasari Amlapura
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). I Made Arnawa (63) kembali terpilih menjabat Keliang Banjar Wiryasari Amlapura, Desa Adat Karangasem, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, periode kali kedua tahun 2017-2022 dan tahun 2022-2027. Arnawa terpilih secara aklamasi melalui pesangkepan oleh seluruh krama Banjar Wiryasari Amlapura, Minggu (28/8/2022) sore.
Kepengurusan banjar dilengkapi dengan Penyarikan (Sekretaris) I Putu Gunawan dan Juru Raksa (Bendahara) I Ketut Adnyana dan jabatan lainnya. Pengurus akan dilantik melalui ritual bertepatan dengan puncak piodalan Pura Patokan banjar setempat pada rahina Purnama Sasih Ketiga, Sabtu (10/9/2022) mendatang.
Keliang terpilih I Made Arnawa mengatakan, Minggu (28/8/2022) di Banjar setempat, program unggulan “Peduli Banjar”, dimaksud bukan memberikan bantuan jinah kepaten (uang kematian) kepada krama banjarnya saat duka meninggal saja yang telah umum berlaku di semua banjar di Bali, tetapi juga saat krama mengalami musibah sakit rawat inap di rumah sakit diberikan bantuan berupa uang.
Program “Peduli Banjar” pemberian bantuan kepada krama pengarep (anggota utama) saja dan sorpe (istri dan anaknya yang belum menikah). Uang bantuannya berasal dari donasi warganya yang pengarep minimal Rp10.000. Bila ada informasi warga banjar rawat inap di rumah sakit, langsung saye (petugas) yang dapat tugas saat itu cepat bergerak menghubungi anggota banjar, dan dalam 1-2 hari uang donasi tersebut terkumpul lanjut diserahkan kepada anggota yang berhak.
“Donasi terkumpul jumlahnya bisa mencapai hampir Rp.500 ribuan lebih. Lumayan untuk meringankan beban apalagi suasana pendemi Covid-19 ekonomi sangat terpuruk,” jelas I Made Arnawa.
Lanjut I Made Arnawa, saat PPKM ada beberapa warga banjarnya yang positif Covid-19 rawat inap di rumah sakit dan Isoman langsung warganya bergerak bantu berbagi. Selama Pandemi Covid-19 pihkanya melalui WhatsApp grup banjar, selalu mengingatkan warganya untuk penerapan prokes dan tidak jarang dia turun langsung sambil membawa alat semprot disinfektan ke rumah warga melakukan pencegahan penyebaran virus sembari berbagi.
Kini saat memasuki masa pensiun tahun 2017 lalu, I Made Arnawa mantan penyidik Polres Karangasem menghabiskan waktunya aktif “ngayah” dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Sejak tahun 2020 lalu ayah dari empat anak dan beberapa cucu ini ditunjuk untuk mewakili Desa Adat Karangasem menjadi anggota Pokja Hukum Adat di Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Karangasem. Salah satu tugasnya mensosialisasikan Perda 4/ 2019 tentang Desa Adat di Bali serta Peraturan Gubernur Bali yang berhubungan dengan adat Bali. Juga dipercaya oleh MDA sebagai anggota hakim panureksa tatkala ada masalah di 190 desa adat se-Kabupaten Karangasem.
Banjar Adat Wiryasari Amlapura lahir dari zaman sejarah sebelum kemerdekaan RI, sudah berusia 85 tahun berdiri era zaman penjajahan Belanda bertepatan dengan hari bersejarah Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 lalu. Banjar pada masa itu terkenal memiliki sekehe kesenian unik dan langka “Kecak-Janger Tumpang”. Sempat tampil di Kota Makasar, Sulawesi Selatan tahun 1937 lalu atas pasilitasi Raja Karangasem. Banjar yang berlokasi di Jalan Gajahmada Amlapura jumlah anggota kramanya sampai kini 79 orang pengarep/nyade. *** Cahayamasnews.com = Penulis, Komang Pasek Antara.









Facebook Comments