April 19, 2026
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“BAKTI-KU, TERTUNTUN BERKAT ALIRAN PENGETAHUAN SUCI-MU”

Oleh    : I Ketut Murdana (Sabtu, 29 Oktober 2022).

BADUNG (CAHAYAMASNEWS.COM). Engkaulah puncak semua harapan hidup jasmani mencapai kesempurnaan rohani. Dari jaman ke jaman aku konon lahir, tatapi aku tidak tahu, karena tidak memperoleh kebebasan untuk bersatu pada dari-Mu. Sesuai tuntunan dan siratan pengetahuan suci-Mu, itu semua karena aku belum menyadari hakekat dan tujuan hidup sejati, serta berkarma dengan baik dan sungguh-sungguh. Barangkali akibat ketidak sadaran terhadap tumpukan dosa, menjadikan jaman Kaliyuga sebagai tempat untuk berproses, dengan segala carut marut dan kemunafikannya.

Namun dibalik itu semua Engkau hadir mempribadi, meresapi jiwa-jiwa yang Engkau “kehendaki”. Menjadikan kami semakin sadar untuk melakukan bhakti, sebagai karma “perbaikan” atau juga bisa disebut penebusan dosa. Karena Engkau sendiri Maha Kasih dan Maha Pengampun. Oh Tuhan, nama-Mu: Shiva, Brahma, Wisnu serta nama-nama yang lain untuk menyebut diri-Mu. Aku yakin semua nama itu adalah diri-Mu dengan Kemahakuasaan-Mu yang serba maha.

Sekarang nama-Mu dipermainkan dengan ego-ego yang seolah-olah pengusung dan pemuja, salah satu  nama-Mu diagungkan-agungkan, diteriakkan dan menunjuk serta merendahkan nama dan kuasa-Mu yang lainnya dengan tujuan tertentu. Walaupun dimana nama-Mu direndahkan, bisa menjadikan pemuja-Mu rendah hati dan sadar menurunkan egoisme dan kesombongan, hingga bisa tumbuh kemurnian jiwa yang menguatkan keyakinan.

Walaupun sifat Kemahakuasaan-Mu, tidak mampu direndahkan atau dihinakan oleh siapapun, karena Engkau Maha Kuasa. Tetapi Engkau penegak keadilan dengan hukum Karma-phala, setiap perbuatan pasti ada hasilnya. Oleh karena itu sinarilah kami dengan pancarajan suci kemuliaan-Mu, agar kami memperoleh sinar kemuliaan-Mu..Om Namah Shiva Ya….

Mengapa keberanian penghinaan ini terjadi Oh Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, hanya Engkaulah sumber permainan (lila Ilahi), ini bisa terjadi. Membuat manusia kalang kabut kebingunan, tetapi selalu merasa benar dan paling benar.  Ijinkanlah restu dan anugrah pengetahuan yang mencerdaskan, hingga kami para bhakti pemuja-Mu, semakin cerah melangkah menemukan kebenaran sejati. Tiada lain adalah jalan menuju dan menyatu dengan sifat kemahakuasaan-Mu.

Bagaikan setiap aliran air sungai selalu merindukan samudra sebagai sumbernya. Semoga kami semua selalu dicerahkan oleh kasih-Mu Yang Maha cemerlang. Segunung pengetahuan telah Engkau alirkan untuk kami umat manusia, untuk menyempurnakan tujuan hidup sejati, akibat  keterbatasan kami umat-Mu, menjadikan kami hanya bisa berdoa memuja-Mu, walaupun “terbatas” melalui anugrah-Mu kami yakin pada saatnya, sampai pada ke tak terbatasan-Mu.

Oleh karena itu, Engkaulah Mahaguru atau Sat Guru yang hadir menuntun melalui Sad Guru, semogalah kami semua terampuni dan terbebas dari kegelapan hingga mencapai pencerahan atau sifat suci yang cemerlang. Semoga menjadi renungan dan refleksi.

Facebook Comments

error: Content is protected !!