April 20, 2026
News

Warga Seraya Tengah Digegerkan Temuan Jenasah Orok

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Warga Banjar Pauman, Desa Seraya Tengah, Karangasem mendadak digegerkan atas penemuan jenasah orok/janin pada Rabu, (21/12/2022) sekitar pukul 08.30 wita. Tak ayal warga setempat berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung jenasah orok tersebut. Saat dikonfirmasi, Perbekel Desa Seraya Tengah, I Wayan Dandri menuturkan, jenasah orok tersebut kali pertama ditemukan oleh anak kecil warga setempat yang kebetulan lewat di depan bale banjar. Dia melihat jika ada orang gila membawa plastik dan menaruh orok itu di sana.

“Saat ini di TKP telah hadir pihak Kepolisian dan pihak dari Puskesmas memeriksa dan memastikan  apakah benar penemuan tersebut adalah orok manusia. Selanjutnya  saat ini terduga pelaku yang membawa orok tersebut ke Bale Banjar masih diperiksa di rumahnya,” ujarnya seraya menjelaskan orok atau janin yang diduga masih berumur tiga bulan itu juga sudah sempat dikubur di Setra Desa Adat Seraya.

“Dugaan sementara, akibat kuburan orok itu kurang dalam, sehingga bisa digali dan diambil oleh terduga pelaku,” ujar Dandri.

Sementara itu pihak aparat melakukan olah TKP, dan informasi yang berhasil dihimpun bahwa pembuang jenasah orok itu diduga adalah seorang lelaki pengidap gangguan kejiwaan berinisial IMR.

“Dari salah satu saksi kami mintai keterangan dikatakan, sekitar pukul 07.30 wita ada yang melihat IMR ini membawa tas kresek yang di dalamnya berisikan kain kasa sedang duduk di depan Bale Banjar sambil mengibaskan kain tersebut,”  jelas Kanit Reskrim Polsek Karangasem, AKP. I Made Sudihartama saat dikonfirmasi.

Kemudian pihak kepolisian mendatangi pihak keluarga yang melakukan penguburan di setra, adalah untuk memastikan janin tersebut. Setelah  dilihat oleh pihak keluarga dan ternyata orok tersebut diakui  dengan memiliki kemiripan dengan jenasah orok yang sebelumnya telah dikubur sekitar pukul 02.00 wita di Setra Desa Adat Seraya. Lanjut untuk memastikannya dan atas kesepakatan  dari  pihak keluarga  dan aparat desa juga dengan  prajuru adat setempat  sepakat kuburan dilakukan pembongkaran.

Benar saja setelah dilakukan penggalian jenasah orok atau janin yang telah dikubur sebelumnya  itu hilang, sehingga diduga orok yang ditemukan tersebut adalah orok milik keluarga tersebut.

“Akhirnya, dari hasil kesepakatan antara keluarga, prajuru adat serta aparat desa, jenasah orok tersebut dikubur kembali di Setra Adat Desa Seraya,” ujar Sudihartama. *** Cahayamasnews.com-Tim-01

Facebook Comments

error: Content is protected !!