April 19, 2026
News

31 Ogoh-ogoh Mulai Dinilai

 

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Tahapan lomba Ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi tahun 2023 yang digelar Propinsi Bali, saat ini telah memasuki penilaian di tingkat kecamatan. Untuk di Kabupaten Bangli tercatat sebanyak 31 peserta yang ikut dari empat kecamatan. Jumlah peserta yang terdaftar ikut lomba ogoh-ogoh di Bangli tahun ini jika dibandingkan tahun lalu memang mengalami peningkatan. Demikian dijelaskan Kabid Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Nyoman Wiradana saat dikonfirmasi Selasa (7/3/2023).

Lebih lanjut dikatakan, Disparbud Kabupaten Bangli dalam pelaksanaan lomba ogoh-ogoh yang diselenggarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, hanya membantu memfasilitasi untuk juri dan proses penilaian di tingkat kecamatan dan kabupaten.  Sementara pendaftaran dilakukan secara online dan tercatat sebanyak 31 peserta di kabupaten Bangli yang ikut berpartisipasi dalam lomba.  “Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan,” ujar Wiradana.

Meski demikian, pihaknya menilai jumlah peserta lomba tahun ini, masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah desa adat di Bangli yang notabene setiap perayaan Nyepi kerap membuat ogoh-ogoh. Padahal, dari sisi hadiah sebagai motivasi dan mendorong peningkatan kreativitas generasi muda yang diberikan Pemerintah Propinsi Bali cukup besar. “Masuk peringkat ditingkat kecamatan saja, hadiahnya Rp. 5 juta,” ujarnya.  Lanjut menambahka, total hadiah yang disiapkan juara I: Rp. 50 juta, juara II: Rp. 35 juta, juara III: Rp. 25 juta dan 144 terbaik dihadiahi masing-masing Rp. 5 juta.

Lanjut disampaikan, spirit pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, sejatinya sebagai bentuk penghargaan Pemerintah kepada kreativitas anak-anak muda terhadap seni patung. “Diharapkan, dengan lomba ini akan meningkatkan semangat dan kreativitas anak-anak muda. Bisa melahirkan seniman patung atau seni rupa dan melahirkan inovasi-inovasi baru dalam seni ogoh-ogoh,” ujarnya.

Sementara penilaian, kata dia, penilaian dilakukan di tempat. Dengan kata lain, tim penilai yang turun langsung mendatangi setiap peserta. Untuk juri ada tiga orang, terdiri dari seniman, tokoh masyarakat dan juga dari Dinas yang dipastikan berkompeten di bidangnya. Setelah dilakukan penilaian di tingkat kecamatan, yang terbaik akan dinilai di tingkat kabupaten dan yang terbaik di kabupaten akan mewakili Bangli untuk penilaian tingkat provinsi. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!