
Pj. Bupati Lihadnyana Sampaikan LKPJ Tahun 2022
SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM). Pejabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2022, Selasa (28/3/2023). Penyampaian LKPJ ini digelar lewat sidang paripurna. Sidang dipimpin Ketua DPRD Gede Supriatna, didampingi para wakilnya.
Pj Bupati Ketut Lihadnyana mengatakan, pelaksanaan kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah ditengah upaya pemulihan ekonomi sudah berjalan baik. Dimana, sektor Pendapatan Daerah (PD) yang dirancang sebesar Rp. 2,18 triliun lebih, berhasil direalisasikan Rp. 2,07 triliun lebih atau 95,32 persen. Pendapatan Daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 476,65 miliar lebih terealisasi Rp. 433,42 miliar lebih atau 90,93 persen. Kemudian, Pendapatan Transfer sebesar Rp. 1,70 triliun lebih terealisasi Rp. 1,64 triliun lebih atau 96,55 persen.
Pada sektor Belanja Daerah yang dirancang sebesar Rp. 2,23 triliun lebih terealisasi sebesar Rp. 2,07 triliun lebih atau 92,96 persen. Komponen Belanja terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp. 1,79 triliun lebih terealisasi Rp. 1,67 triliun lebih atau 93,37 persen. Belanja Modal sebesar Rp. 179,63 miliar lebih terealisasi Rp. 155,22 miliar lebih atau 86,41 persen. Belanja Tidak Terduga sebesar Rp. 1,81 miliar lebih terealisasi Rp. 785,96 juta lebih atau 43,21 persen. Belanja Transfer sebesar Rp. 257,55 miliar lebih terealisasi Rp. 244,56 miliar lebih atau 94,96 persen.
Sedangkan, Pembiayaan Daerah semula dirancang sebesar Rp. 72,39 miliar lebih terealisasi sebesar Rp. 72,39 miliar lebih atau 100 persen. Pengeluaran Pembiayaan dirancang sebesar Rp 16 miliar terealisasi Rp 15,68 miliar lebih atau 98,01 persen, sehingga pembiayaan bersih dirancang Rp. 56,39 miliar lebih terealisasi sebesar Rp. 56,70 miliar lebih atau 100,56 persen.
Pj Bupati menambahkan, alokasi Belanja Daerah diharapkan dapat berfungsi sebagai stimulus fisikal yang mampu mendorong investasi swasta.
Meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan produksi, baik yang dikonsumsi di daerah sendiri maupun yang dijual ke daerah lain atau bahkan, diekspor yang pada akhirnya semua itu akan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ke depan pihaknya berharap semua pengguna anggaran untuk menggunakan anggaran pembangunan secara efektif dan efisien agar bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“LKPJ juga merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Daerah dalam melaksanaan pembangunan, sebagai informasi kepada publik dan juga sarana sinergitas antar pihak eksekutif dan legislatif dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, serta menjadi media evaluasi kinerja pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama kurun waktu satu tahun anggaran,” katanya.
Disisi lain Pj Bupati Lihadnyana menyebut, masyarakat ikut terlibat dan berpartisipasi dalam berbagai proses pembangunan daerah. Keterlibatan tersebut hendaknya dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan-tindakan yang konstruktif sesuai dengan karakter masyarakat Buleleng.
Terhadap program-program pembangunan, dia menilai program dan kegiatan yang telah diimplementasikan pada tahun 2022 dapat menjawab permasalahan yang ada dan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan masyarakat. Pihkanya mengajak semua pihak terus meningkatkan kerjasama dan sinergitas yang telah terjalin baik selama ini dan bersama seluruh komponen pembangunan yang ada untuk berkolaborasi mewujudkan Buleleng yang lebih baik lagi.
“Masih ada beberapa capaian yang belum optimal, hal ini tidak terlepas dari berbagai keterbatasan, baik itu dalam masalah anggaran, Sumber Daya Manusia dan sumber-sumber pendapatan yang kita miliki,” jelasnya. *** Cahayamasnews.com=TIM=01.









Facebook Comments