November 4, 2026
News

Tahun 2024, Buleleng Rancang Pembangunan Secara Komprehensif

SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM). Pembangunan disebuah daerah yang baik diawali dengan penyusunan perencanaan yang baik. Untuk itu mencapai hal itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Buleleng mentargetkan akan menyusun perencanaan pembangunan di Bali Utara tahun 2024 dirancang secara komprehensif. Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) Buleleng tahun 2024 di gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja, Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Rabu (29/3/2023).

Pj Bupati Ketut Lihadnyana mengatakan, perencanaan pembangunan yang komprehensif memerlukan dukukan dan keterlibatan langsung semua pihak. Pelibatan seluruh pihak tersebut menyebabkan musyawarah perencanaan pembangunan dimulai dari unit terkecil yaitu musyawarah desa (musdes) hingga musrenbang kabupaten. Termasuk, usulan pokok-pokok pikiran DPRD Buleleng yang didapatkan dari masukan masyarakat saat anggota DPRD melakukan reses.

“Saya kira untuk mendapatkan perencanaan pembangunan yang bagus, semua harus dirangkul. Dalam konteks memecahkan sebuah masalah,” katanya.

Menurut Pj Bupati Ketut Lihadnyana, Musyawarah Pembangunan Buleleng pada tahun 2024 dirancang untuk membuat perencanaan yang komprehensif. Sehingga, perencanaan yang diwujudkan dalam program kegiatan terdapat target terukur untuk dicapai. Dia mencontohkan, program penanganan kemiskinan ekstrem. Dalam melaksanakan program selama ini belum terjadi keterpaduan antar perangkat daerah. Khususnya dalam penanganan kemiskinan ekstrem.

“Keterpaduan berarti program dikerjakan secara keroyokan. Dengan begitu, pekerjaan menjadi cepat dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnnya.

Ssementara itu, terkait prioritas pembangunan, Pj Bupati Ketut Lihadnyana mengatakan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi prioritas. Termasuk kesehatan di dalamnya. Kemudian, ada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, dan infrastruktur sebagai penggerak perekonomian Buleleng. Khusus untuk kemiskinan ekstrem, pada Juni 2023 akan dituntaskan.

“Sekarang hanya tinggal 349 KK. Apa penyebabnya kita akan tangani hingga jumlahnya nol,” kata dia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan, dari Musranbang ini akan dibahas usulan program sebanyak 386 dari seluruh kecamatan yang ada. Jumlah tersebut akan dimantapkan lagi sehingga menghasilkan satu desa satu usulan yang memang benar-benar prioritas dan harus segera diselesaikan. “Usulan itu akan kita akan bahas lagi dan bersinergi dengan seluruh pihak,” sebutnya.

Mengenai kemiskinan ekstrem, mantan Camat Banjar ini menyebut, bahwa disasar pada tahun 2023. Untuk 2024, masih tetap penanganan kemiskinan. Namun, tidak ada kemiskinan ekstrem lagi. Untuk usulan, infrastruktur masih menjadi yang terbanyak.

“Kita akan melihat lagi tingkat permasalahan yang ada di masing-masing desa,” tegas birokrat asal Desa Pedawa, Kecamatan Banjar ini. *** CMNS=TIM=01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!