
Wisata Budaya Desa Ala Carik Luwih
BADUNG (CAHAYAMASNEWS). Carik Luwih adalah sebuah usaha wisata desa berlokasi di Marga, Tabanan yang mengemas sejumlah paket wisata bernunasa desa dan tradisi, seperti Palm Reading with Blessing, Purification with Blessing Ceremony, Trekking, Cooking Class, termasuk juga program healing (usada) dengan metode tradisional dan yoga melalui program wisata Taman Usada Bali.
Menurut pemilik usaha ini, I Wayan Carma, nama “Carik Luwih” berarti sawah yang indah dan didedikasikan untuk menghormati para petani padi yang masih menanam padi, tanaman, sayuran, buah-buahan, dll dan juga mereka menjaga alam. Carik Luwih didirikan untuk melestarikan alam dan ingin memperkenalkan tumbuhan langka yang perlahan menghilang di Bali. “Selain menjaga kelestarian alam dan kehormatan para petani, para pendiri Carik Luwih berharap dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa berbasis pariwisata berbasis masyarakat desa dan menghentikan urbanisasi,” demikian ia berharap.I Wayan Carma yang seorang insinyur pertanian dan telah bekerja selama bertahun-tahun di industri pariwisata menambahkan pihaknya optimis memperkenalkan aktivitas tradisional sebagai aktivitas pariwisata yang layak “Jual” tidak semata-mata atas alasan komersial, namun menurutnya jargon “Melestarikan budaya Bali” akan terealisasi manakala fungsi dari unsur-unsur budaya itu tetap aplikatif, demikian juga suatu budaya akan terus eksis, jika pendukungnya terus menerus mengapresiasi dan memberdayakan budayanya itu. FurificationSalah seorang pemandu wisata di Carik Luwih, I Wayan Miasa juga menjelaskan dengan mengutip sloka ManawaDharmasastra: Adbhirgatrani Sudhayanti, Manah Satyena Sudhyanti, Widya tapobhyambhudatma,Bhuddirjnana Sudhyanti. Sloka ini berarti bahwa tubuh kita dibersihkan dengan air, pikiran dimurnikan dengan kebenaran, jiwa dimurnikan dengan yoga dan meditasi, dan karakter dimurnikan dengan pengetahuan spiritual.Oleh karena itu masyarakat sangat senang untuk merayakan upacara penyucian tidak hanya untuk makhluk hidup tetapi juga untuk instrumen agama. Setelah selesai persembahan Anda akan melakukan mandi spiritual di sungai yang dipimpin oleh pendeta. Bagi pengunjung yang ingin merasakan upacara penyucian silahkan datang ke Carik Luwih. Cooking ClassSatu lagi aktivitas menyenangkan yang bisa diikuti wisatawan di carik Luwih adalah Cooking Class. Cooking Class atau kursus memasak di sini bukan hanya sekedar bagaimana memasak makanan, tetapi wisatawan juga belajar filosofi memasak, mengetahui fungsi dan efek dari rempah-rempah dalam tubuh kita.
Menurut tradisi di Bali, memasak berarti kita membuat obat untuk jiwa dan raga kita. Dengan memasak kita juga memuaskan semua makhluk hidup. Memasak didasarkan pada tradisi “jagal balawa”. Artinya rempah-rempah tersebut berasal dari “tribhuana” dengan warna yang berbeda-beda. Aktivitas ini pun sangat diminati wisatawan mancanegara terbukti dari kesibukan para bule setiap hari di desa ini menenggelamkan diri dalam kesibukan masak memasak ala Bali ini. Di antaranya terdapat pula acara menyimak seluk beluk menghasilkan minyak kelapa atau “nanusin.” Ini adalah kegiatan biasa membuat minyak dari kelapa. *** CMN=Tra.









Facebook Comments