
‘MAGIBUNG’ Warnai Perayaan HUT ke-1 dan Pelantikan Ketua Kordes Desa Datah Yayasan Kesatria Keris Bali
GIANYAR (CAHAYAMASNEWS.COM). Bertepatan pada rahina Redite Umanis wuku Langkir (Minggu, 13-8-2023) Yayasan Kesatria Keris Bali Koordinator Desa (Kordes) Desa Datah di Perantauan, Unit Abang, Karangasem, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-1 dan dirangkai dengan pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan Ketua Kordes Desa Datah di Perantauan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, masa bakti tahun 2023-2028, bertempat di Jalan By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Ketewel, Gianyar, Bali. Hadir pula Ketua Koordinator Wilayah Karangasem dan Ketua Koordinator Unit Abang, seluruh anggota Kordes Desa Datah di Perantauan serta dihadiri langsung oleh Ketua Umum Yayasan Kesatria Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) didampingi sejumlah pengurus Yayasan Kesatria Keris Bali Pusat.
Tampak semua anggota berkumpul di sebuah tempat yang sederhana dengan balutan wajah-wajah sumringah, senyum penuh keceriaan dan senda gurau mewarnai suasana kegiatan HUT dan pelantikan pada sore itu. HUT ditandai peniupan lilin diiringi lagu Selamat HUT, sekaligus dilakukan pemotongan kue Ultah oleh Ketua Kordes Desa Datah di Perantauan, Jro Mangku Ketut Sawitra yang selanjutnya diberikan kepada Ketua Umum Yayasan Kesatria Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima).
Dilanjutkan pemotongan tumpeng nasi kuning oleh Ketua Kordes, yang kemudian diberikan kepada Ketua Koordinator Unit Abang, Gede Mudana dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan oleh Ketua Kordes kepada Ketua Umum Yayasan, Koordinator Wilayah Karangasem, dan Ketua Koordinator Unit Abang, serta diakhiri menikmati jamuan ala-kadarnya dibalut dengan suasana senda gurau penuh kesederhanaan dan keraketan menyame-braya, pakedek pakenyum.
Ketua Kordes, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem di Perantauan Jro Mangku Ketut Sawitra menjelaskan; awal ketertarikannya masuk dan bergabung di Yayasan Kesatria Keris Bali di bawah pimpinan Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) karena memiliki visi-misi yang jelas, terarah, mulia, dan tidak sekadar wacana melainkan langsung melakukan aksi nyata yang sudah terbukti dan dirasakan manfaatnya, baik oleh anggota itu sendiri maupun oleh masyarakat luas. Salah satu aksi nyatanya adalah membantu sameton dan masyarakat yang kesusahan dan benar-benar membutuhkan bantuan, seperti membagikan sembako, donor darah, dan aksi nyata lainnya.
Lebih lanjut dikatakan, program jangka pendek yang dilaksanakan adalah melakukan penataan dan penyempurnaan di intern organisasi, baik pengurus maupun anggota, terutama menjalin kerjasama yang baik serta menciptakan kekompakan dan keharmonisan di antara seluruh anggota, sehingga diharapkan nantinya mampu mengantarkan organisasi ini menjadi organisasi yang solid, bermartabat, dan berakhlak, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan itu Ketua Kordes yang juga dikenal sebagai Pengusada itu, mengajak kepada seluruh anggota untuk senantiasa meningkatkan keraketan rasa menyama-braya sesuai dengan slogan 3 M Yayasan Kesatria Keris Bali yakni Menyama tanpa Batas, Menyama tanpa Identitas, dan Menyama sampai Tuntas.
“Ini yang harus senantiasa dipegang sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sehari-hari, terutama dalam mengimplementasikan visi-misi orgamisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Ketua Kordes Desa Datah di Perantauan menjelaskan, dengan dibantu oleh wakil ketua, bendahara, sekretaris dan pengurus lainnya, nantinya akan berupaya semaksimal mungkin menjadikan organisasi ini dicintai dan selalu ada di hati sanubari masyarakat, dengan cara bergerak menunjukkan aksi nyata membantu masyarakat yang membutuhkan dalam berbagai bentuk, baik pembagian sembako, donor darah, sosial kemasyarakatan dan bentuk bantuan lainnya.
“Kami akan berusaha memberikan bukti bukan janji manis yakni dengan cara bekerja nyata ngayah membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai kemampuan yang ada dilandasi tulus-ikhlas. Kami berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang sepaham dan sadar untuk ikut bergabung ngayah membantu masyarakat. Jika kita bersatu, maka kita akan menjadi kuat untuk ‘nindihin’ gumi dan tanah Bali. Kalau bukan kita yang sadar menjaga taksu Bali, lalu siapa lagi,” tegas Jro Mangku Ketut Sawitra.

Ketua Umum Yayasan Kesatria Keris Bali Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) dalam sambutannya menyatakan, awal berdirinya yayasan yang dipimpinnya ini penuh perjuangan dan tantangan. Lebih jauh Jro Bima menegaskan, bahwasannya yayasan ini hadir di tengah masyarakat bukan untuk menakut-nakuti, terlebih untuk membuat masyarakat resah, namun yayasan ini didirikan murni untuk tujuan dan niat tulus membantu orang-orang yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan ke depan yayasan ini semakin diterima dan selalu ada di hati masyarakat Bali khsusnya dan nusantara pada umumnya. Untuk itu mari kita berjuang dengan berbagai cara salah satunya dengan melakukan aksi nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ketua Umum Jro Bima seraya menggeber dengan yel-yel: ‘Ngayah, Ngayah, Ngayah, Sukses’.
Ditegaskan Jro Bima, keuntungan berupa materi bergabung di Yayasan Kesatria Keris Bali ini memang tidak ada, terlebih untuk tujuan mendapatkan keuntungan besar, namun yang pasti bisa memiliki banyak sameton di seluruh Bali. Tujuan utama berdirinya yayasan ini adalah untuk membantu sekaligus mempererat tali kasi pasemetonan, melindungi adat, tradisi, budaya dan taksu Bali. Mengakhiri sambutannya, Ketua Umum Jro Bima tak lupa mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-1 Kordes Desa Datah di Perantauan, semoga makin jaya dan sukses.
“Jangan pernah bosan dan menyerah membantu nyama Bali. Bukan meriahnya acara yang dikedepankan namun rasa dan nilai-nilai keraketan menyama-braya lah yang diutamakan. Di balik kesederhanaan mengandung makna yang sangat mulia,” ujar Jro Bima seraya mengajak seluruh anggota Kordes untuk senantiasa menanam karma baik dengan selalu berbuat kebajikan.
Sementara itu Ketua Koordinator Unit Abang, Karangasem Yayasan Kesatria Keris Bali, Gede Mudana berharap, dengan dibentuk dan diresmikan struktur keorganisasian Kordes Datah di Perantauan ini, ke depan organisasi ini mampu menyusup ke akar paling bawah, mampu mengembangkan keanggotaan lebih banyak dan luas, merangkul sekaligus menyatukan masyarakat untuk bersama-sama ngayah membantu masyarakat yang membutuhkan. Pun, ke depan keberadaan organisasi ini bakal semakin berkembang, solid, dan kuat dalam mengimplementasikan visi-misi Yayasan Kesatria Keris Bali yang dikenal dengan slogan 3 M (Menyama tanpa Batas, Menyama tanpa Identitas, dan Menyama sampai Tuntas).
Semua rangkaian acara HUT Kordes ke-1 tersebut diakhiri dengan acara ‘Magibung’ sebagai tradisi khas Kabupaten Karangasem yang mengandung makna sebagai bentuk keraketan menyama (persaudaraan). Magibung berasal dari kata ‘Magi dan Buung, Magi berarti membagi dan Buung berarti batal. Sehingga Megibung berarti batal membagi-bagi makanan secara terpisah dan mengkonsumsinya secara bersama-sama. Magibung sebagai sebuah tradisi, mengandung pendidikan moral bernilai tinggi seperti pendidikan etika, tata tertib, sopan santun, kesabaran, memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan, saling menghargai. Makna yang terkandung di dalam tradisi Magibung adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Magibung penuh dengan nilai-nilai kebersamaan, nilai kekeluargaan dan nilai religius. Tujuan utama dari tradisi ini tiada lain untuk menjaga serta menumbuhkan rasa kebersamaan dengan mengesampingkan status sosial.
Tradisi Magibung di Karangasem bermula pada tahun 1614 Caka atau tepatnya 1692 Masehi. Ketika itu, salah seorang Raja Karangasem bernama I Gusti Anglurah Ketut Karangasem (Raja ke VII Karangasem) yang berhasil membawa kejayaan bagi Karangasem hingga akhir masa kekuasaannya pada abad ke 18 M. Ia berperang dalam upaya menaklukkan kerajaan-kerajaan di Sasak (Lombok), untuk dijadikan daerah kekuasaannya. Kala itu, ketika para prajuritnya sedang beristirahat makan, beliau (sang raja) membuat aturan baru untuk makan secara bersama-sama atau yang saat ini dikenal dengan nama ‘Magibung’. (Dikutip dari berbagai sumber).
Selanjutnya perayaan HUT dan pelantikan tersebut ditutup dengan acara bebas berembug saling berbagi pengalaman dibalut dengan suasana penuh kekeluargaan… ***

Susunan Keanggotaan Kordes, Desa Datah di Perantauan
Ketua Koodinator Unit Abang: I Gede Mudana
Ketua Koordinator Desa Datah: Jro Mangku I Ketut Sawitra
Wakil Ketua Koordinator Desa Datah: I Kadek Wardika
Bendahara: I Ketut Supardika
Sekretaris: I Gede Astika.
Anggota: Nengah Sindu, Ketut Arta, Jro Mangku Nengah Wirta, Wayan Agus Budi Darma, Wayan Putu Sulistra, Nengah Sari, Nyoman Tumpek Subrata, Gede Muliarta, Gede Suardana, Komang Putra, Gede Widana, Komang Astika, Made Supartika, dan Gede Nyeneng Aditya.
Visi: Berupaya menggalang persatuan di masyarakat untuk bergabung di Kordes Datah Perantauan, sehingga semakin banyak masyarakat yang ikut ngayah membantu masyarakat yang membutuhkan.
Misi: berupaya mengajak sameton Kordes untuk membantu sameton kurang mampu, baik berupa sembako, atau donor darah serta bentuk bantuan lainnya. Berupaya menjalin dan menjaga kekompakan dan keraketan pasemetonan, rasa gotong-royong, persatuan dan kesatuan, sehingga Kordes Datah ke depannya menjadi sukses, solid, kuat, dan jaya, utamanya mampu memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. ***









Facebook Comments