November 4, 2026
News

Banyupinaruh Ribuan Warga Kunjungi Pura Campuhan Sala

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM)=Sehari setelah hari suci Saraswati , umat Hindu di Bali akan melaksanakan banyu pinaruh , baik itu di laut ataupun sumber mata air lainnya. bertepatan dengan Banyupinaruh nemu Purnama yang merupakan hari baik untuk melaksanakan pembersihan diri dengan cara melukat. Demikian dijelaskan Bendesa Adat Sala I Wayan Subagia  saat ditemui di lokasi Minggu (7/9/2025).

Sudah menjadi tradisi kegiatan masyarakat dari berbagai wilayah Bangli pada umumnya dengan melaksanakan pelukatan dan persembahyangan dalam rangkaian hari Banyu Pinaruh dirayakan setelah Rahina Saraswati, Banyu pinaruh berasal dari kata banyu yang artinya air (kehidupan), dan pinaruh yang berasal dari kata weruh atau pinih weruh. Weruh sendiri bermakna pengetahuan, sehingga dapat dikatakan banyu pinaruh adalah hari dimana kita memohon sumber air pengetahuan, hari Raya Saraswati yang jatuh setiap  enam  bulan sekali dalam kalender Bali.

Lebih jauh Bendesa Adat Sala I Wayan Subagia menjelaskan, membludaknya masyarakat dari seluruh Bali datang sudah dimulai sekitar jam 05.00 pagi. Hingga pukul 13.00 wita sudah hampir 5.000 lebih masyarakat datang untuk melukat.

“Taman Pecampuan Sala ribuan orang datang saat hari Banyupinaruh maupun hari suci lainnya seperti Purnama, Tilem maupun Kajeng Kliwon juga ramai pengunjungnya untuk melakukan ritual pembersihan diri,” ujarnya.

Disinggung membludaknya warga datang melukat, karena Banyupinaruh bertepatan dengan hari Purnama, seperti sebelumnya hanya sekitar 2000 orang. Sementara dalam dua bulan Juli sampai Agustus ini kalau kunjungan wisatawan asing ke Pura Taman Pecampuhan, terus mengalami peningkatan.

“Kunjungan meningkat tajam sejak dua bulan terakhir yakni bulan Juli sampai Agustus ini,” jelasnya

Lebih lanjut disampaikan Obyek Wisata Tirta Pengelukatan yang mana tempat tersebut bernama Tirta Pengelukatan Taman Campuan. Dijelaskan, Taman Campuan berarti campuran, dimana bercampurnya empat mata air yakni Tirta Pule, Tirta Bungbung, Tirta Pandan dan Tirta Tulak Wali. Dan semua itu tidak terlepas dari dasar keyakinan yang kuat, serta kepercayaan Beliau senantiasa melimpahkan anugrahnya kepada mereka yang selalu sujud dan bhakti di hadapan-Nya, yang didasari dengan niat yang murni dan tulus.

“Setiap yang melakukan Pembersihan (Melukat) ditempat tersebut, bisa memohon sesuai dengan maksud dan tujuannya sendiri. Melakukan pengelukatan/pembersihan diri diantaranya: Pembersihan secara lahiriah, pembersihan batin,” katanya.

Kenaikan ini juga, sebutnya, juga tidak lepas dari daya tarik Pura Taman Campuhan, yang masih alami sehingga sangat cocok untuk wisatawan yang memang membutuhkan ketenangan.

“Kalau memang mereka datang ke Bali untuk mencari ketenangan, Taman Pecampuhan salah satu bisa dikunjungi,” pungkasnya. @@@ CMN=Tim-NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!