
Dukung Upacara Peneduh Gumi, Adat Bungaya Ajak Warganya Ikut Ngastitiang.
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Upacara nunas ica Peneduh Gumi, dilaksanakan Rabu (22/4/2020) bertepatan pada Tilem Sasih Kesange, oleh seluruh warga masyarakat Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem Karangasem. Demikian disampaikan oleh Ketua Sabha Desa Adat Bungaya I Gede Krisna Adi Widana, saat dikonfirmasi Selasa (21/4/2020).
Upacara nunas ice peneduh gumi, merupakan hasil keputusan rapat (sangkep ), dari pihak adat pada tanggal 18 April 2020 lalu, yang inti dari hasil keputusan itu meminta kepada warga Desa Adat Bungaya sejalan dengan Surat Edaran (SE) dari PHDI dan MDA. “Krama Desa Adat Bungaya diimbau untuk bersama-sama Ngastitiang upacara nunas ice peneduh gumi, untuk menghaturkan berupa banten rayunan putih kuning di Sanggah Kemulan dan Saagan putih kuning dihaturkan di natar Sanggah atau Merajan,” ujar Krisna Adi Widana seraya menambahkan, warga juga diimbau untuk menghaturkan segehan 9 tangkih meulam bawang, jahe dan garam yang dilengkapi dengan sarana petabuhan arak berem ring lebuh.
Krisna Adi Widana menambahakan, hasil keputusan Desa Adat Bungaya, memiliki 17 banjar itu, diimbauan saat digelar upacara ini, bagi warga yang memiliki toko, warung, minimarket, untuk sementara tidak diperbolehkan beraktivitas atau membuka tokonya, serta warga diimbau untuk tidak ada keluar rumah, terkecuali bersifat darurat termasuk pasar yang ada di wewidangan Desa Adat Bungaya juga ditutup.
Hal itu berlaku hanya sehari yakni Rabu, (22/4/2020). Pelaksanaan upacara tersebut bertujuan sebagai dukungan warga adat Bungaya, dan juga upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
Untuk mempersempit penyebaran covid-19 di Karangasem, warga Desa Adat Bungaya diimbau saat keluar selalu memakai masker, jaga jarang, sering cuci tangan dengan sabun pada air mengalir, membiasakan pola hidup sehat dan bersih. “Semoga wabah segera berlalu, dan kita melakukan aktivitas secara normal kembali,” ujarnya. *** Cahayamasnews.com/Hms/Tim-01









Facebook Comments