April 20, 2026
News

Bangunan Beserta Atapnya di Kawasan Objek Wisata Lahangan Sweet, Bersih Disapu Angin Kencang, Pengelola Alami Kerugian Puluhan Juta

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Sebuah bangunan warung di kawasan  Objek Wisata Lahangan Sweet, Dusun Gulinten, Desa Bunutan, Keamatan Abang, yang letaknya di atas bukit dengan ketinggian kurang lebih 700 meter itu bersih disapu angin kencang Rabu (30/9/2020) pukul 15.00 Wita. Atas peristiwa itu bangunan beserta atapnya hilang dan hanya tersisa tiangnya yang terbuat dari bamboo tampak masih berdiri kokoh. Beruntung tak ada korban jiwa, namun hanya kerugian material yang diperkirakan kurang lebih mencapai Rp. 30 juta.

I Wayan Suandi selaku pengelola tempat wisata tersebut membenarkan bahwasannya kondisi cuaca tadi sebelum peristiwa itu terjadi memang agak tidak bersahabat. Dimana angin bertiup sangat kencang di kawasan pegunungan tersebut.  “Karena memang kondisi cuaca tidak baik, pihaknya sempat mengingatkan kepada para petugas jaga di warung tersebut yang bertugas berjualan dan melayani pengunjung untuk pindah ke bangunan pos jaga yang ada di depan, demi keamanan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Benar saja, beberapa jam kemudian tiba-tiba muncul angin sangat kencang dan langsung menerbangkan bangunan warung beserta atapnya.

“Ya memang bangunan warung tersebut dibangun sederhana. Akibat angin kencang tadi sore itu membuat bangunan warungnya  diterbangkan angin  bersama atapnya dan hanya tiangnya saja masih berdiri. Beruntung tidak ada korban, hanya bangunanya saja jatuh ke jurang lewat batas pagar Taman Lahangan Sweet satu-satunya objek wisata yang indah dengan suguhan pemandangan Gunung Agung, Gunung Rinjani, serta Pantai Amed,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut Suandi mengatakan akan memperbaiki kembali bangunan warung tersebut dengan dana seadanya. Apa boleh buat karena ini sudah risiko dengan situasi seperti ini, karena tempatnya memang tinggi di atas bukit. “Nantinya saya berencana kembali memperbaiki bangunan itu dengan membuat bangunan yang lebih kokoh, agar bisa tahan angin meskipun tidak begitu meyakinkan. Kalau sudah kehendak alam, kita tak bisa berbuat banyak, melainkan menerima dengan lapang dada. Semua itu sudah diatur, kita hanya menjalankan saja,” katanya bertutur. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!