Ekbis

Dinas Pertanian Buleleng Gelar Sosialisasi, Gandeng Koperasi Petani Bali Agro Nusantara

Bertepatan pada rahina Sukra Wage wuku Krulut, Sasih Ketiga (6/9/2019) Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi Pergub No. 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, bertempat di ruang rapat kantor setempat. Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng dalam kegiatan ini menggandeng  Koperasi Petani Bali Agro Nusantara bekerjasama dengan Lombok Mulia Abadi yang menghadirkan tim Ahli Kementrian Pertanian Republik Indonesia, guna membahas sekaligus mencarikan jalan keluar (solusi) atas berbagai permasalahan yang dihadapi para petani terutama dalam hal pemasaran produk hasil pertanian di saat panen raya (produk melimpah). Dimana harganya sangat anjlok, dan bahkan tidak laku, yang bermuara pada kerugian para petani itu sendiri. Pertemuan ini dihadiri para kordinator dan penyuluh pertanian kecamatan, PD Pasar, Dinas Koperasi, dan para pelaku usaha pertanian di Kabupaten Buleleng.

 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Ibu Made Lely Nuryantini dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka “Pemantapan Pertanian sesuai Pergub Nomor 99 tahun 2018, tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali”. Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bekerjasama dengan Koperasi Petani Bali Agro Nusantara di bawah kepemimpinan Jro Gde Made Pelita dan menghadirkan narasumber Tim Ahli Peneliti Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Nana Sutisna, SE., MM., CSMA., Peneliti sekaligus Chairman dari Indonesia  Cooperative Research and Development Institute (ICRDI) yang diwakili oleh Gemma Noor Febriana, SH., selaku Direktur Eksekutif di ICRDI.

Pertemuan tersebut dihadiri para pelaku usaha pertanian, peternakan, dan perkebunan, perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng, guna bersama-sama membahas sekaligus mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi para petani dan pelaku usaha pertanian. “Saya berharap melalui kegiatan ini para pelaku pertanian di Kabupaten Buleleng akan mendapat solusi atas permasalahan yang dihadapi selama ini, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Saya berharap, setelah mendengar paparan dari narasumber, kepercayaan petani terhadap keberadaan koperasi kembali bangkit dan sekaligus mereka mau bergabung menjadi anggota di Koperasi Petani Bali Agro Nusantara ini,” ujarnya.

Direktur Utama Koperasi Petani Bali Agro Nusantara Jro Gde Made Pelita menjelaskan, bahwa koperasi yang didirikannya ini adalah sebuah wadah para petani yang pembentukannya didasari atas nilai-nilai spirit kebersamaan, kekeluargaan, dan kejujuran. Pun, akan menjadi wadah yang mampu membawa perubahan ekonomi para petani ke arah yang lebih baik, guna terwujudnya kehidupan petani yang sejahtera. “Kami dari Koperasi Petani Bali Agro Nusantara bekerjasama dengan Lombok Mulia Abadi, sengaja mendatangkan tim ahli dari Jakarta untuk berembug dan bertukar pikiran sekaligus mencarikan solusi terhadap permasalahan yang selama ini dihadapi para petani, terutama dalam hal pemasaran hasil produk petani terlebih saat panen raya,” ujar Jro Gde Made Pelita yang juga penekun dan pelaku spiritual ini menjelaskan.

Kehadiran koperasi ini murni untuk membantu para petani mencarikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, sehingga bisa keluar dari kubangan kerugian dan kemelaratan guna mewujudkan kehidupan keluarga yang lebih baik dan sejahtera. Disamping juga, bertujuan untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat petani terhadap mosi tidak percaya terhadap image negatif koperasi, dimana keberadaan lembaga koperasi selama ini menjadi momok menakutkan, akibat sering kali kandas di tengah jalan yang ujung-ujungnya anggotalah menjadi korban.

“Dalam hal ini kita tidak berusaha saling mencari kesalahan, namun justru berupaya mencari solusinya. Koperasi Petani Bali Agro Nusantara ini memiliki visi mulia mengajak para anggotanya untuk berpikir cerdas, jujur, didasari nilai-nilai spirit kebersamaan dan kekeluargaan, sehingga diharapkan para petani dan pelaku usaha yang bergabung di koperasi ini akan menjadi insan-insan petani yang berkualitas sekala-niskala. Karena di dalam wadah koperasi ini akan kami didik mereka agar menjadi petani yang memiliki kecerdasan, baik cerdas intelektual, spiritual, maupun cerdas emosional, guna mewujudkan keluarga yang sejahtera,” tutur Jro Gde seraya mengaku akan senantiasa mengajak para anggotanya untuk bekerja tetap dalam koridor sesuai dengan nilai-nilai agama dan spiritual, sehingga akan melahirkan keluarga yang berkualitas.

Untuk tahap awal lanjut Jro Gde, pihaknya baru melibatkan petani di tiga kabupaten di antaranya; Kabupaten Bangli, Badung, dan Kabupaten Buleleng. Nantinya, juga akan menyasar semua kabupaten/kota di seluruh Provinsi Bali. Membantu petani menjadikan insan yang cerdas dan sejahtera merupakan salah satu yadnya yang tak kalah pentingnya bisa dilakukan, bahkan memiliki nilai yang sangat besar dan mulia. Karena yadnya itu tidak diartikan sebatas membuat upacara, memberi punia berupa uang, dan lainnya. Petani harus memahami koperasi itu sendiri termasuk visi-misi yang diusung di dalamnya. Jangan keburu berpikir negatif terhadap keberadaan koperasi. Para pengurus Koperasi Petani Bali Agro Nusantara adalah sekumpulan orang-orang yang telah berpengalaman dengan didasari nilai-nilai spirit, bahkan mengandeng sejumlah sulinggih (pendeta-red). Dewa Anom selaku Wakil Ketua dalam hal ini mengajak kepada petani di Buleleng untuk bergabung di koperasi ini, mengingat koperasi ini merupakan wadah yang memiliki visi-misi yang berbeda daripada yang lainnya, dan bahkan satu-satunya di Bali.

Koperasi ini nantinya akan membentuk TPK (Tempat Pelayanan Koperasi) di setiap daerah di seluruh Bali. Koperasi ini akan berkomitmen membantu para petani untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi terutama saat panen raya. Dimana, nantinya produk yang melimpah itu, bakal diolah menjadi produk-produk olahan yang dapat dijual dengan harga lebih tinggi, sehingga tidak terbuang begitu saja, dan para petani pun tidak merugi, seperti halnya yang terjadi selama ini. “Tityang sadari untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan koperasi, memang cukup berat, akibat mosi tidak percaya masyarakat terhadap keberadaan koperasi yang selama ini tidak pernah bisa berjalan dengan baik sesuai harapan para anggotanya yang terkadang akibat ulah para pemimpin dan atau pengurus koperasi itu sendiri.  Untuk itu tityang mengajak para petani untuk bergabung dan sekaligus membenahi image negatif koperasi selama ini menjadi image positif dan mampu memberikan kebermanfaatan terhadap anggotanya, karena di koperasi ini para pengurus bekerja dengan hati didasari nilai-nilai spirit,” ujar Jro Gde seraya bertutur.

Koperasi Petani Bali Agro Nusantara juga telah mempunyai pangsa pasar yang jelas, yakni bekerja sama dengan perusahan-perusahan besar, seperti Tiara Dewata, Transmart Carrefour, Lotte Mart, dan sejumlah pabrik. Sehingga tidak ada alasan para petani meragukan atau menyangsikan kehadiran dan keberadaan koperasi ini. Namun pihaknya dalam hal ini tidak memaksa, melainkan menyerahkan keputusan itu pada masing-masing petani atau pelaku usaha itu sendiri untuk dapat berpikir cerdas dalam melihat peluang, dan bahkan mampu memilah dan memilih mana koperasi yang benar-benar bekerja memperjuangkan kesejahteraan para anggotanya atau hanya sekadar wacana di atas kertas. Koperasi Petani Bali Agro Nusantara didukung sepenuhnya oleh Kementrian Koperasi Republik Indonesia. Juga disuport  oleh Dana Bergulir dan pasar modern, sehingga keberadaan Koperasi Petani Bali Agro Nusantara ini tidak diragukan lagi keberadaannya.

Koperasi Petani Bali Agro Nusantara melakukan kerjasana dengan para penyuluh pertanian untukmeningkatkan SDM anggota/para petani untuk menghasilkan produk yang berkualitas, membangun gudang yang memadai sehingga produk-produk hasil pertanian bisa diatur pemasarannya, sehingga harganya akan tetap stabil. Dalam sesi tanya jawab berbagai keluhan dan unek-unek disampaikan oleh peserta yang hadir, bahkan sampai-sampai tidak dapat menampung pertanyaan akibat keterbatasan waktu yang tersedia. Itu membuktikan para petani sangat antusias dan tertarik mengetahui lebih jelas dan detail tentang keberadaan Koperasi Petani Bali Agro Nusantara ini. Pimpinan bersama pengurus Koperasi Petani Bali Agro Nusantara akan terus turun memberikan sosialisasi kepada para petani guna membuka wawasan sekaligus merubah maindset mereka, sehingga menjadi petani yang cerdas dan berkualitas.  *** Cahayamas/Andi.

Facebook Comments