News

Gema Perdamaian ke-17: Damailah Bangsaku Jayala Negeriku

Terhitung  sejak tanggal 21 September tahun 2013,PBB menetapkan sebagai hari perdamaian International untuk mendorong terjadinya perdamaian dunia. Hari ini Komunitas Gema Perdamaian (GP) dengan berbagai tokoh dari kalangan pesraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama berkumpul melakukan doa secara khusuk untuk mendoakan agar seluruh insan di abumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing. Demikian disampaikan Ida Rsi Wisesanatha, Ketua SC Gema Perdamaian saat konfrensi pers Sabtu, 21 September 2019 di Gong Perdamaian Dunia Kertalangu Denpasar, Bali.

“Selain doa juga diselenggarakan sarasehan yang pada dasarnya adalah merupakan wahana edukasi bagi siapa pun yang hadir. Sehingga perspektif damai dan tujuan damai dapat dimaknai dengan lebih holistic dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari hari,” kata Ida Rsi Wisesanatha.

Beliau menambahkan, kegiatan GP yang dilaksanakan oleh panitia GP dimulai dari bulan Juni 2019 yang lalu dengan berbagai kegiatan yang pada dasarnya mempromosikan nilai-nilai damai. Adapaun penyampaian nilai damai tersebut dilakukan lewat edukasi, lomba-lomba kreatif, ceramah-ceramah perdamaian dan akan ditutup dengan kegiatan puncak pada tanggal 5 Oktober 2019. Kegiatan GP tahun 2019 ini adalah GP yang ke-17 sebenarnya 10 tahun lebih dahulu dibandingkan keputusan PBB membuat hari perdamaian dunia pada tanggal 21 September tahun 2013. Acara puncak seperti biasa akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan yang berisikan berbagai hiburan kultural, doa lintas agama yang dipimpin oleh FKUB, sarasehan antar tokoh dan hiburan dari elemen komunitas.

Gerakan GP ini sebagai wujud konsistensi anak bangsa yang sadar bahwa damai itu mesti diupayakan oleh kita semua tanpa terkecuali dan minimum memiliki kesadaran. Gerakan GP ini merupakan kulminasi perayaan yang mengingatkan semua pihak bahwa damai itu indah dan damai itu upaya. Sehingga didalam kesehariannya semua pihak dari individu sampai kelompok merasa wajib menciptakan damai dengan menciptakan keteraturan. Mengupayakan pengaturan diri dan kelompok dengan kedesiplinan yang tinggi sebelum selanjutnya berkembang ke pengaturan dan keteraturan spiritual yang pada ujungnya tercipta kesejahteraan serta kehidupan yang berbahagia bagi semua pihak, tegas Ida Rsi Wisesanatha.

Selain itu Ida Rsi juga menekankan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan kita bersama. Gerakan ini adalah edukasi terhadap perspektif-perspektif  penyebab ketidak damaian. “Kita harus berupaya nyata menciptakan damai, karena sangat diperlukan terus menerus bagi seluruh lapisan generasi. Apalagi di Indonesia seperti yang kita lihat sendiri memiliki kerentanan yang sangat tinggi,” katanya. Lebih lanjut Ida Rsi menyampaikan, bahwa Komunitas GP berkeyakinan bahwa jika Indonesia memiliki tingkat kedamaian yang tinggi maka Bangsa Indonesia akan sejahtera. “Bangsa ini diciptakan memiliki negara yang kaya raya dengan segala sumber daya alamnya sehingga sesuai dengan moto kami Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku,” pungkasnya. (ad)

Facebook Comments