Ekbis

Bukti Keseriusan Garap Sektor Pertanian, LMA Teken MoU dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.

DENPASAR (CAHAYAMAS). Sebagai bukti keseriusan sekaligus untuk menguatkan komitmen kerjasama tiga pihak antara CV. Lombok Mulia Abadi, Koperasi Petani Bali Agro Nusantara (KOPEBALANUSA) dengan Kabupaten Buleleng, Bupati Buleleng melalui Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng mengadakan kesepakatan komitmen kerjasama (teken MoU) dengan 173 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Kabupaten Buleleng Jumat (20/9) 2019. Acara yang dihadiri oleh rombongan dari Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Republik Indonesia juga dirangkai dengan kegiatan sosialisasi potensi hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Buleleng oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.

Direktur Utama CV. Lombok Mulia Abadi Jro Gde Made Pelita mengatakan, penandatanganan MoU itu dilakukan untuk menguatkan komitmen kerjasama antara CV LMA, Koperasi Petani Bali Agro Nusantara dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang memiliki sedikitnya 173 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dengan jumlah petani kurang lebih 3000 orang petani  ini, bertujuan untuk bersama-sama mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi para petani selama ini.

“Kami berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat petani yang sedang menghadapi berbagai persoalan, terutama dalam hal pengolahan dan pemasaran hasil produk pertanian saat panen raya. Dimana petani selalu menjadi korban dan mengalami kerugian. Disamping juga untuk mengembalikan kepercayaan mosi tidak percaya para petani terhadap lembaga koperasi. Khususnya di Kabupaten Buleleng kami bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng untuk mencarikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi para petani. Untuk menguatkan kerjasama itu, kami melakukan penandatangan komitmen kerjasama (MoU). Sehingga dengan kesepakatan ini diharapkan kerjasama akan berjalan lancar sesuai harapan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya sengaja mengajak Kementerian BAPPENAS RI langsung turun, untuk mengetahui kondisi riil yang dihadapi petani di Buleleng untuk bersama-sama mencarikan jalan keluarnya. Disamping juga mengetahui potensi hasil pertanian, dan peternakan di Kabupaten Buleleng untuk bersama-sama bisa mengembangkannya untuk tercapainya kesejahteraan petani itu sendiri, sehingga mereka mau dan lebih semangat menekuni profesinya itu. “Bisa dibayangkan apabila tak satupun masyarakat yang mau menjadi petani, karena dianggap tidak menguntungkan. Untuk itu mari bersama-sama memperhatikan nasib kesejahteraan para petani. Jika mereka merasa nyaman menekuni profesi petani, maka masyarakat terutama generasi mudanya akan semangat dan berlomba menekuni profesi tersebut,” tegas Jro Gde Made Pelita kepada tim Cahayamasnews.com di sela acara tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Ir. I Made Sumiarta mengatakan, dalam upaya mencarikan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi para petani, pihaknya melakukan berbagai langkah dan upaya, salah satunya melakukan kerjasama dengan CV. Lombok Mulia Abadi yang dikuatkan dengan penandatanganan komitmen kerjasama (MoU). Di Buleleng sendiri terdapat sedikitnya 173 Gapoktan. “Saya sangat mengapresiasi niat tulus dan semangat Jro Gde Made Pelita untuk membantu para petani keluar dari persoalan yang dihadapi petani, dan berharap koperasi ini bisa berjalan dan berkembang dengan baik sesuai visi-misi yang sangat mulia itu. Mudah-mudahan kehadiran lembaga koperasi ini mampu mengangkat taraf kesejahteraan petani di Kabupaten Buleleng,” ujar Kadis Pertanian Made Sumiarta yang baru beberapa bulan dipercaya memimpin gerbong Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng ini.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Bappenas RI yang bersedia berkunjung serta berharap dapat membantu mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi petani di Kabupaten Buleleng. Sesungguhnya Kabupaten Buleleng sendiri sangat kaya akan potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang jika bisa digarap dan dikembangkan akan menjadi potensi yang menjanjikan. Untuk itu, pihaknya berharap Kementerian Bappenas RI bersedia memberikan bantuan, baik berupa pelatihan maupun sarana prasarana untuk pengolahan produksi pertanian yang dihasilkan. Sehingga saat panen raya, hasil produksi petani tidak terbuang sia-sia akibat volume yang melimpah dan harga yang anjlok.

Di sisi lain, Ketua Rombongan Kementerian BAPPENAS yang dipimpin Ibu Mahastuti menjelaskan, setelah mengetahui kondisi riil sekaligus potensi yang dimiliki Kabupaten Buleleng, pihaknya mengaku akan berupaya memberikan bantuan terutama dalam hal pendampingan, termasuk peningkatan SDM melalui kegiatan pelatihan-pelatihan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam mengolah lahan pertanian termasuk hasil pertaniannya secara baik, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan kualitas produksi yang baik sesuai yang diharapkan konsumen, maka akan berdampak pada harga hasil produksi, sehingga diharapkan keuntungan dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat pula. **** Cahayamasnews.com/Andi.

Facebook Comments