News

AKBP Pur. I MADE SUDIRSA: SAATNYA MENGABDIKAN JIWA DAN RAGA, UNTUK PERTIWI BULIAN YANG MAJU, AMAN, dan SEJAHTERA

BULELENG (CAHAYAMASNEWS). Setelah puluhan tahun meninggalkan tanah kelahirannya, hidup berpindah-pindah di rantau untuk melaksanakan tugas mengabdi pada nusa dan bangsa, kini I Made Sudirsa saatnya mengabdikan jiwa dan raga untuk pertiwi kelahirannya (Desa Bulian, Kec. Kubutambahan, Buleleng), menuju desa yang Maju, Aman, Damai, dan Sejahtera. Pengabdian itu ditunjukkan dengan maju menjadi calon Perbekel (Kepala Desa), periode 2019-2024 yang akan dilaksanakan bulan Oktober ini. Sosok  pria dengan segudang pengalaman ini, mengaku ikut maju mencalonkan diri didasarkan atas niat tulus dan lurus untuk membagi pengalaman yang didapat selama berada di luar guna bersama-sama membangun Desa Bulian ke arah yang lebih baik, maju, aman, damai, dan sejahtera sesuai visi-misi yang diusungnya.

Visi mulia yang dijadikan pedoman oleh bapak satu putra dan tiga putri ini adalah berupaya menjadikan Desa Bulian sebagai tanah kelahirannya menjadi maju, aman, damai, dan sejahtera. Untuk mencapai sebuah desa yang maju dan sejahtera, maka harus didukung situasi keamanan di segala bidang. Dengan keamanan yang terjamin akan tercipta kehidupan yang damai. Dari kedamaian itulah akan dapat mewujudkan sebuah desa yang maju dan sejahtera.

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, suami Fernanda Da Silva ini mengusung Misi yakni; melanjutkan dan memperluas pembangunan meliputi sejumlah aspek di antaranya; aspek geografi yakni; menjaga keutuhan teritorial Desa Bulian, baik secara Depakto maupun Yuridis. Untuk aspek Demografi adalah kembali pada jati diri sebagaimana kata Bulian, bahwa di mana ada warga Bulian di situ ada persatuan dan kesejahteraan. Memberdayakan komunitas pendudukan secara maksimal sesuai dengan pekerjaan/profesinya.

Sementara dalam aspek Sumber Daya Alam yakni dengan pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal dengan tetap berpedoman pada Tri Hita Karana. Pada aspek Ideologi yakni kesetiaan dan pemantapan terhadap empat pilar kebangsaan, penghayatan, dan pengamalan makna kata Bulian sebagai simbol persatuan dan kesejahteraan. Dalam bidang politik pria yang dikenal ramah dan bersahaja ini berupaya menyiapkan kader-kader pemimpin untuk merebut posisi, baik  di eksekutif, legeslatif, dan yudikatif yang selama ini belum tersentuh.

Sedangkan dalam aspek ekonomi, pria kelahiran 12 Desember 1960 ini, bakal memetakan potensi ekonomi desa dengan melibatkan pihak ketiga, seperti universitas dan lembaga-lembaga nasional maupun internasional, serta konsisten membangun perekonomian berdasarkan peta potensi yang terpetakan. Membuat rumah inspirasi yang di dalamnya terdiri dari pemerhati/pakar Desa Bulian bersama orang yang ahli di bidangnya, yang akan menjadi tempat bagi anggota masyarakat Desa Bulian yang memerlukan pendampingan, serta mewujudkan Desa Bulian sebagai pusat perekonomian  melalui pembangunan industrui pertanian, peternakan, pariwisata, perdagangan grosir, koperasi UMKM, jasa keuangan, dan lainnya.

Sementara itu, dalam aspek sosial budaya, I Made Sudirsa mengaku akan berusaha  meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan formal, informal, dan non formal. Menggali membina, mengembangkan, dan sekaligus mempromosikan seni budaya lokal melalui desa wisata global dan spiritual, dengan cara membuat sanggar-sanggar seni dan pementasan seni budaya. Menggali dan membina bakat minat generasi muda di bidang olahraga dengan fasilitas sport centernya, serta yang tak kalah pentingnya adalah pelayanan prima aparatur desa. Sedangkan aspek yang paling penting adalah bidang Hamkam yakni berupaya meningkatkan kualitas pengetahuan dan kemampuan aparat petugas pengamanan Swakarsa guna terwujudnya Desa Bulian yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera sekala-niskala. Tercapai tidaknya semua misi itu, sepenuhnya ada di tangan dan atau keputusan masyarakat.   *** Cahayamasnews.com/Andi/Tim.

Facebook Comments