News

NI LUH PUTU DIAH DESVI ARINA, S.IKOM, Gadis Bali Pertama Peraih Juara Miss Internet Indonesia 2019

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS). Masyarakat Bali patut berbangga memiliki sosok Ni Luh Putu Diah Desvi Arina yang mampu mengharumkan nama Bali di kancah perhelatan nasional yang sukses menjadi Miss Internet Indonesia 2019. Gadis ramah dan periang ini keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan dua finalis lainnya Difa Putri Ariani asal Sumatra Utara dan Juwita Alfi Sahra, asal Jakarta pada tahap akhir pemilihan Miss Internet Indonesia di acara Indonesia Internet Expo dan Summit 2019 di Jakarta Convention Center Jumat (27/9/2019) lalu. Demikian terungkap dalam Press Conferences Miss Internet Indonesia 2019 di Grand Mega Resort and Spa Simpang Siur, Denpasar Selatan, Rabu (30-10-2019).

 Press Conferences MII (Miss Internet Indonesia) dihadiri belasan awak media, baik cetak, elektronik, maupun media online, dan dipandu oleh Intan selaku Humas APJII. Diah Desvi didampingi pembicara lain di antaranya; Ketua APJII Bali Andhy Sabli Tagijara dan Pembina Miss Internet Arnold Makasau. Ketua Pengurus APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) Wilayah Bali, Andhy Sabli Tagijara mengatakan, bahwa program MII (Miss Internet Indonesia) Bali telah dipersiapkan sejak 2018 hingga berhasil membawa Finalis Miss Internet Bali ke kancah Miss Internet Indonesia di Jakarta. “Perjuangan ini sangat berat karena persaingan sangat ketat di jakarta. Ini merupakan kebanggaan bagi kami (APJII) wilayah Bali, bahwa finalis kita sukses meraih Miss Internet Indonesia 2019, setelah mengalahkan finalis lainnya dari provinsi lainnya di Indonesia,” ujar Andhy Sabli seraya menerangkan bahwa sampai saat ini anggota APJII berjumlah 60 anggota. Miss Internet Indonesia 2019 ini diselenggarakan APJII bekerjasama dengan Sobat Cyber Indonesia dan didukung Kementerian Kominfo RI.

Ucapkan terima-kasih pertama ditujukan kepada para awak media yang selama ini telah banyak berperan sekaligus membantu sehingga sukses meraih dan keluar sebagai Miss Internet Indonesia tahun 2019. Setelah sukses terpilih sebagai juara Miss Internet Indonesia 2019 pada September lalu, kini gadis cantik asal Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini mengaku siap menjalankan tugas selama setahun ke depan. Pada kesempatan itu gadis dengan segudang prestasi yang juga merupakan Staf Humas Pemerintah Kota Denpasar ini, lebih banyak berbicara seputar tugas-tugas yang akan diembannya selama setahun ke depan.  “Ini merupakan moment yang sangat berbahagia bagi saya dan keluarga, karena untuk pertama kalinya mampu keluar sebagai pemenang Miss Internet Indonesia mewakili Bali.

Tak hanya sebagai sebuah kebanggaan, namun kini saya memikul tanggung jawab moril yang lebih luas. Sebelumnya saya hanya bergerak di Bali, tapi sekarang harus bergerak di seluruh Indonesia,” jelas bajang jegeg kelahiran 8 Desember 1995 ini. Putri dari pasangan I Made Sujana dan Ni Putu Ariani ini, mengaku akan mengkhususkan programnya untuk menyasar untuk mengedukasi anak-anak. Hal ini berdasar pada perkembangan digital, yang mana kini anak-anak telah diperbolehkan membawa smarphone, sehingga mereka harus cerdas dalam menggunakan internet. “Nantinya, proses edukasi yang saya lakukan, tak hanya akan menyasar anak-anak saja, melainkan juga terhadap guru-guru di sekolah sebagai perpanjangan tangan dari orang tua. Selain itu, program ini juga akan menyasar orangtua, mengenai digital parenting agar mereka memiliki pengetahuan mengenai porsi akses internet yang ideal untuk diberikan kepada anak-anak, sehingga diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.

Program lainnya dari MII juga akan mengadakan roadshow ke kota-kota di Indonesia yang akan dimulai dari kota Jayapura pada bulan November mendatang. Selain itu, alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Udayana ini juga berencana untuk mengadakan talkshow yang melibatkan seluruh ketua penggerak PKK di kabupaten/kota di Bali sebagai permulaan.  “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh media yang hadir atas dukungan yang diberikan pada pemilihan Miss Internet Indonesia 2019. Saya berharap, agar nantinya bentuk dukungan yang didapatkan tak hanya sampai pada pemilihan Miss Internet saja, melainkan juga untuk ke depannya seluruh media bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam kegiatan-kegiatan berikutnya,” katanya. Pihaknya mengaku siap mensosialisasikan program dari media, tatkala memiliki sebuah kegiatan seperti acara talkshow yang ingin melibatkan Miss Internet dan sebagainya. “Saya selalu siap untuk dihadirkan, karena kita tahu sekarang bahwa internet sudah masuk ke segala lini, baik itu sektor sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lainnya. Sekarang juga sudah banyak pergerakan digitalisasi terkait dengan literasi digital,” tuntas perempuan asal Blahbatuh, Gianyar ini.

Selama menjabat sebagai Miss Internet Bali 2018, sudah melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan literasi digital. “Saya merasa, bahwa literasi digital harus dilakukan oleh banyak pihak, dengan metode yang berbeda, namun tetap dengan tujuan yang sama,” ujarnya. Pihaknya mengaku sangat bersyukur, bahwa dukungan hadir dari segala lini. Menyandang gelar Miss Internet Indonesia, Diah mengaku tidak hanya sebatas menghadiri undangan saja, namun program selanjutnya ingin memberikan gagasan untuk mendukung pembentukan SDM yang unggul dan menjadikan Indonesia semakin maju. “Ke depan APJII menargetkan membantu 2.000 desa untuk bisa terkoneksi internet. Terkait hal itu, Miss Internet Indonesia 2019 akan melakukan roadshow ke daerah-daerah yang baru terkoneksi internet,” ujar Luh Putu Diah Desvi seraya mengaku konsisten melakukan aksi-aksi nyata dan bekerja sama dengan berbagai pihak di 34 Provinsi di Indonesia, untuk melakukan literasi internet yang bersih, selektif, dan juga aman bagi para pengguna internet, terutama bagi anak-anak. *** Cahayamasnews.com/Andi/Tim

Facebook Comments