News

Dampak Saluran Irigasi Jebol, Puluhan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Musim kemarau yang berkepanjangan dampaknya mulai dirasakan  oleh petani. Dimana, akibat  menurunnya debit air yang mengalir ke irigasi subak di beberapa subak, membuat tanaman padi mengalami kekeringan. Bayang-bayang gagal penen pun menghinggapi petani. Namun berbeda dengan di subak mundung tempek Abuan, Susut, akibat saluran irigasi jebol akibat air drainase masuk ke saluran irigasi saat hujan. Pantauan tim Cahayamasnews.com di Subak Mundung, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, sekitar  puluhan  hektar lahan tanaman padi terancam mati akibat tidak mendapatkan pasokan air secara normal akibat debit air terlalu kecil dan hanya mengandalkan curah hujan.

Kondisi ini paling parah dialami wilayah subak paling hilir. Menurut I Nyoman Partama anggota Subak Mundung saat dimintai keterangan Rabu (11/12/2019) terkait  kecilnya debit air mengungkapkan, dampak dari jebolnya saluran irigasi tiga tahun lalu yang ada di hulu Subak Mundung, sehingga petani tidak bisa bercocok taman sesuai waktu yang telah ditentukan, dan selama  itu pula para petani hanya mengandalkan air hujan saja. “Kalau ada hujan baru bisa menanam padi, kalau seperti sekarang lagi musim kemarau, para petani di sini tidak bisa menanam padi,” ujarnya.

Disinggung adanya keluhan dari petani, Partama mengatakan, semua petani sudah ada yang mengeluh dan sudah diusulkan ke desa, namun semuanya itu ada kewenangannya di Kabupaten dan sudah pernah pula diusulkan ke Dinas PU memohon agar segera diperbaiiki saluran irigasi yang  jebol. Ada sekitar 50 anggota  petani dengan luas lahan 25 hektar. Untuk sementara waktu para petani beralih profesi menjadi buruh serabutan sambil menunggu datangnya  hujan. “Karena petani di sini tidak mau beralih menanam tanaman lain seperti palawija, karena sudah biasa menanam padi menunggu datangnya air hujan, sehingga lahannya dibiarkan begitu saja,” jelasnya.

Sementara itu Perbekel Desa Abuan I Wayan Widnyana saat dikonfirmasi terpisah, membenarkan dampak jebolnya saluran irigasi akibat masuknya air pembuangan air limbah  draenase dan pembungan air dari rumah warga saat hujan masuk ke saluran irigasi, karena tidak  mampu menampung derasnya air dan di bawahnya ada tebing mengakibatkan saluran irigasi Subak Mundung jadi jebol tiga tahun lalu. Pihak Kelian Subak sudah pernah mengajukan proposal ke Dinas PU, namun sampai saat ini belum ada realisasinya. Pihaknya juga sudah pernah mengusulkan agar pembuangan air draenase dibuatkan pembungan khusus agar tidak masuk kesaluran irigasi. Untuk sementara waktu dengan swadaya dari anggota subak dibuatkan saluran dengan menggunakan pipa paralon, namun airnya tidak maksimal karena banyak yang terbuang. “Kami berharap pihak terkait utamanya Dinas PU Kabupaten Bangli untuk bisa membantu masyarakat petani bisa segera dibantu perbaikan saluran irigasi yang jebol agar bisa segera diperbaiki itu harapan dari masyarakat petani Subak Mundung,” harapnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Natha.

Facebook Comments