News

Bupati Bangli Hadiri Penandatanganan MoU dengan Direktur Jenderal Holtikultura Kementan dan Pengukuhan Asosiasi Petani Bawang

BANGLI (CAHAYAMAS-NEWS). Bupati Bangli I Made Gianyar menghadiri pengukuhan struktur organisasi Asosiasi Petani Bawang Merah dan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) program pengembangan kawasan hortikultura berdayasaing antara Direktur Jenderal Holtikultura Kementrian Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Bangli, yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Kintamani Timur , Kecamatan Kintamani, Selasa, (17/12/2019).

Hadir pula, Direktur Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bangli, I Gede Tindih, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, dan jajaran Kepala OPD Kabupaten Bangli. Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menyampaikan maksud dan tujuan nota kesepakatan ini adalah untuk meningkatkan pengembangan kawasan holtikultura, meningkatkan produksi dan mutu produk Holtikultura, meningkatkan pendapatan masyarakat di Kabupaten Bangli dan mendukung pengembangan holtikultura Nasional.

Ruang lingkup nota kesepakatan ini adalah pembinaan dan pengawalan kepada kelompok tani/pelaku usaha di wilayah pengembangan kawasan holtikultura dan peningkatan produksi, mutu dan penanganan pasca panen serta pemasaran produk holtikultura. “Serangkaian acara penandatanganan nota kesepakatan ini kita juga lakukan pengukuhan asosiasi bawang merah kaldera batur sebagai wadah kerjasama,wahana belajar, dan unit produksi bagi kelompok usaha tani bawang merah di Kawasan Kaldera Batur,” ujarnya. Susunan Asosiasi Petani Bawang Merah Kabupaten Bangli yakni: Ketua, I Ketut Lama, Wakil Ketua 1, I Kadek Arista Sumawan, Wakil Ketua 2, I Wayan Suaka, Sekretaris, I Nyoman Masa, Bendahara, I Ketut Reden dan berbagai seksi-seksi.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar pada kesempatan itu menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam rangka memasyarakatkan budidaya holtikultura berbasis organic, diimplementasikan melalui program-program fasilitas pupuk organik yang bersumber dari APBD 1 dan APBN. Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Bangli 70% lahan pertanian dan 30% lahan perumahan dan tegalan, holtikultura merupakan salah satu komuditas yang sangat intensif diusahakan di Kabupaten Bangli.

Potensi yang dimiliki sebagian besar yang dikembangkan oleh petani holtikultura terbesar di seluruh desa di Kecamatan Kintamani dan sebagian kecil di daerah lahan kering di Kecamatan Bangli, Susut, dan Tembuk. “Kita di Kabupaten Bangli harus bisa menonjolkan wisata pertanian, karena lahan kita sebagian besar adalah lahan pertanian, disamping itu dengan dikukuhkannya asosiasi petani bawang merah mudah- mudahan ke depannya petani bawang merah di Bangli bisa menghasilkan bawang merah yang baik, sehingga kita bisa bersaing dengan petani-petani bawang merah di daerah lainnya,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Natha.

Facebook Comments