April 24, 2026
News

Bantu Pemerintah Antisipasi Penyebaran Virus Corona Kian Meluas, Desa Adat Kerobokan mempunyai Inisiatif Lakukan Penyemprotan secara Swadaya

Badung (Cahayamasnews). Untuk mengantisipasi sekaligus mempercepat memutus penyebaran Virus Corona (Covid-19), makin meluas, Desa Adat Kerobokan melakukan berbagai upaya, termasuk berinisiatif melakukan jemput bola menggelar penyemprotan desinfektan secara massal dengan biaya swadaya masyarakat. Dalam hal ini Desa Adat Kerobokan yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta, Kecamatan Denpasar Barat dan 2 kabupaten/kota ini, melakukan gerakan sigap dan cepat dalam mengantisipasi sekaligus memutus penyebaran virus mematikan tersebut. Karena mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) ini, bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung  jawab masyarakat  juga. Demikian disampaikan Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kerobokan, AA Putu Sutarja, SH., saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu.

“Kegiatan penyemprotan tersebut kami lakukan murni dengan partisipasi (swadaya) masyarakat dalam upaya memutus tali rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang kini menjadi momok menakutkan dan telah menelan korban ribuan orang di sejumlah Negara di dunia, termasuk di Indonesia itu. Bahkan penyemprotan tersebut telah kami lakukan sebelum Surat Edaran (SE) Gubernur Bali diberlakukan. Dalam hal seperti ini warga kami sangat antusias dan memiliki kesadaran tinggi dalam upaya menyelamatkan diri, keluarga, maupun lingkungannya dari ancaman penyebaran virus tersebut,” ujarnya.

Untuk menghadapi wabah mematikan seperti sekarang ini, sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, sehingga terhindar dari ancaman virus yang sangat menakutkan itu. Mengantisipasi dan mencegah jauh lebih penting daripada mengobati. “Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya. Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan antisipasi dengan selalu menerapkan ‘Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain melakukan penyemprotan, kami juga melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, seperti telajakan yang melibatkan semua komponen masyarakat termasuk muda-mudi sebagai generasi penerus juga kami libatkan secara bergantian,” ujar  Bendesa yang dikenal bersahaja dan berjiwa social tinggi ini.

Tak berhenti sampai di sana, Bendesa murah senyum ini juga merancang kegiatan pembagian cairan desinfektan kepada seluruh banjar yang berjumlah 50 banjar itu. Dimana setiap banjar masing-masing mendapat 5 liter yang akan disemprotkan pada hari Pengrupukan sehari sebelum puncak hari raya Nyepi. Selanjutnya setelah hari raya Nyepi, Desa Adat Kerobokan akan melakukan kegiatan kembali setiap 3 hari sekali sampai dinyatakan oleh pemerintah kondisi sudah aman. Untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Desa Adat Kerobokan menggelar paruman yang menghasilkan sejumlah keputusan yang harus dijalankan dan sekaligus ditaati oleh masyarakat, terutama terkait pelaksanaan rangkaian hari raya suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1942 yang jatuh pada Buda Kliwon Wuku Pahang, Sasih Kesanga (Rabu, 25 Maret 2020) mendatang.

Salah satunya adalah meniadakan pengarakan ogoh-ogoh dalam bentuk apapun dan di manapun, namun akan dilakukan setelah hari raya Nyepi dan kondisi sudah normal melalui pagelaran khusus seperti dalam bentuk festival misalnya. Saat upacara Pemelastian/melasti, Desa Adat Kerobokan tanpa menyertakan Pratima dan dan bahkan hanya melibatkan 25 orang yang terdiri dari Sulinggih, Pemangku Purwa lan Pemade Kahyangan Tiga, Parejuru Pepatih Desa lan Pepatih Dalem, Serati Desa.  Saat puncak Penyepian pihaknya juga mengimbau kepada semua krama untuk melaksanakan brata penyepian dengan baik. Sementara untuk umat non Hindu yang tinggal di wewidangan Desa Adat Kerobokan diminta sekaligus diimbau untuk ikut menjaga ketertiban dan kekhusukan perayaan Nyepi.

“Saat puncak Nyepi, kami juga membuat pos khusus untuk memberikan pelayanan kepada umat dan atau masyarakat yang tidak merayakan, jikalau memerlukan bantuan seperti sakit, melahirkan, dan sebagainya. Untuk itu agar melapor ke kelian adat/kelian banjar masing-masing dan selanjutnya akan dilaporkan ke Desa Adat untuk mendapat penanganan dan bantuan melalui posko pelayanan khusus tersebut. Mewakili seluruh prajuru dan krama Desa Adat Kerobokan, kami mengucapkan: Selamat Menyambut dan Merayakan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru 1942 semoga Ida Hyang Widhi Wasa state memberikan waranugrahanya kepada umat semua, dan berharap penyebaran Virus Corona (Covid-19) segera dapat diatasi dan situasi secepatnya normal kembali, sehingga kita bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala tanpa dibayang-bayangi/ dihantui rasa kekhawatiran, was-was, dan bahkan ketakutan,” kata Bedesa Alitan Majelis Desa Adat  (MDA) Kerobokan AA Putu Sutarja berharap. *** Cahayamasnews.com/Tim-Andi.

Facebook Comments

error: Content is protected !!